Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ditahan di Bareskrim, Bekas Direksi Bumiputera 1912 Tulis Surat Mengharu Biru, Ini Isinya!

Pria yang sudah beralih profesi menjadi seorang trainer dan public speaker ini pun memberikan surat bagi para anak didiknya yang disebut sebagai Sahabat Provokasi, yang dinamai berdasarkan buku-buku tulisannya.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 13 Februari 2021  |  11:45 WIB
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Asuransi Jiwa Bumiputera, di Jakarta, Selasa (7/11/2017). - JIBI/Endang Muchtar
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Asuransi Jiwa Bumiputera, di Jakarta, Selasa (7/11/2017). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Bekas jajaran direksi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 Prasetya M. Brata ditahan di Bareskrim Polri terkait dengan sengkarut yang menyebabkan asuransi tersebut mengalami gagal bayar polis terhadap nasabahnya.

Dari balik jeruji, Prasetya membagikan kisahnya. Prasetya yang pada 2013 menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum ditahan terkait kasus potensi penyelewengan yang berujung pada polis asuransi nasabah yang tak kunjung di bayar.

Pria yang sudah beralih profesi menjadi seorang trainer dan public speaker ini pun memberikan surat bagi para anak didiknya yang disebut sebagai Sahabat Provokasi, yang dinamai berdasarkan buku-buku tulisannya.

Dalam surat yang dikutip Bisnis, Sabtu (13/2/2021), Prasetya membantah keterlibatannya atas kasus penyelewengan dan potensi korupsi dalam tubuh Bumiputera yang menyebabkan terjadinya gagal bayar polis asuransi.

Dia juga bercerita mengenai kejadian penahanannya ini telah memberikan pelajaran berharga baginya terutama dalam melihat harapan di tengah kegelapan.

Berikut petikan Surat dari Prasetya M Brata untuk Sahabat Provokasi :

"Mungkin beberapa dari anda bertanya-tanya, beberapa waktu lamanya kok saya tidak muncul-muncul baik di WA grup maupun di media sosial. Saya sampaikan saya saat ini sedang ditahan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Bareskrim Mabes Polri atas sebuah perkara atas saya dan beberapa direksi dan mantan pegawai disangka oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah turut serta dalam sebuah peristiwa yang oleh OJK disebut memiliki unsur pidana. yang peristiwanya terjadi pada 2013 atau lebih dari 7 tahun lalu, ketika saya masih menjabat sebagai direksi Bumiputera. Hal ini bagian dari konsekuensi risiko jabatan.

Namun, atas tuduhan yang dipersangkakan tersebut, saya dan tersangka lain tengah melakukan perlawanan hukum karena tidak benar, ini adalah kasus atetsi. Jika teman-teman telah atau nanti mendengar, membaca berita-berita tentang perkara ini yang diframing sebagai kasus korupsi, penipuan, atau dikesankan sebagai penyebab mengapa Bumiputera kesulitan membayarkan klaim, maka perlu saya klarifikasi bahwa hal itu tidak benar dan sudah saya duga.

Tidak ada niat, dan saya tidak mendapatkan apapun dari siapapun termasuk terkait keputusan yang diperkarakan, dimana saya hanya ikut duduk pada rapat yang menghasilkan keputusan yang diperkarakan tersebut.

Bukti-bukti dan argumen yang membantah bahwa kasus ini pidana akan saya sampaikan di pengadilan nanti. mohon doa dari teman-teman. semoga kebenaran yang sebenar-benarnya dibukakan di persidangan nanti dan hakim memutuskan yang seadil-adilnya berdasarkan hati nurani.

Harapan saya keputusan pengadilan adalah bebas murni, di atas lantai sel isolasi ini banyak hikmah pelajaran, pencerahan, dan ilmu yang saya dapatkan. di dalam gelap cahaya kecil menjadi lebih terang. Makna istri, keluarga, shaabat, cinta, kebaikan menjadi lebih nyata, pakaian dan makanan yang dikirimi uti setiap hari, kopi yang dibuatnya menjadi sebuah kemewahan.

Gudeg yang dibuat sendiri oleh ibu saya membuat makanan jatah penjara menjadi mahal, roti snack dan surat2 yang dikirimi sahabat menjadi teman yang mengharukan, mengisi detik2 dalam ruang-ruang jeruji terkunci tanpa gadget. Sujud dalam doa, ketakutan, kekhawatiran, kesedihan dan harapan menjadi lebih khusyuk dan nikmat.

Di dalam gelap menjadi lebih mudah menemukan cahaya, gelap adalah terang yang menyamarkan dirinya. inilah praktik atas apa-apa yang saya pelajari dan ajarkan. dan saya tidak so'kuat. ada marah, sedih, jengkel, kecewa, kasihan, tidak tega, syukur, datang silih berganti dalam proses mengelola ruang dalam diri saya. mbak iriyanti erning praja menyebut apa yang saya alami ini sebagai purification pemurnian. kang pri JS menyebutnya sebagai proses melengkapi ketokohan.

di basement gedung bareskrim ini saya bertemu teman satu sel yang memberi banyak ilmu dan insight, ruang yang toiletnya hanya dibatasi tembok setinggi dada ini, setiap harinya menjadi menjelma menjadi ruang seminar bagi 5 penghuninya, justru menemukan banyak ide dan solusi mengatasi persoalan yang dialami Bumiputera dan OJK, salah satu pelajaran yang didapat adalah You are Naive if you believe that tiger doesn't eat you just because you would not eat tiger.

Di tempat ini saya menemukan tidak semua orang yang dipenjara melakukan kejahatan, sebagian adalah orang-orang baik yang dijerat undang-undang yang ditafsirkan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan. Insya Allah, saya juga belajar untuk mengampuni dan mengasihi. Saya memang pernah menyampaikan di kelas bahwa masalah tidak terjadi di dunia luar, masalahnya terjadi di dunia dalam. Juga tentang friendship to reality, tapi saya sarankan kepada teman-teman jangan sampai ada di sini.

Di hari kesembilan saya ada di sini, saya berterima kasih untuk doa dan support teman-teman kepada saya, Uti dan keluarga, saya doakan Anda selalu sehat, selamat, dan dilindungi Tuhan dari segala marabahaya, semoga kita dapat bertemu lagi secepatnya.

Salam, Prasetya M. Brata
10 Februari 2021"


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim polis ajb bumiputera 1912 dana nasabah
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top