Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gempa Sulbar Diawali Gempa Pembuka, Ini Penjelasan BMKG

Gempa Majene diawali dengan gempa pembuka pada 14 Januari 2021 berkekuatan M5,2 yang menimbulkan kerusakan, disusul rentetan gempa pembuka sebanyak delapan kali.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Februari 2021  |  18:03 WIB
Warga melintas di dekat anjungan tunai mandiri yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 6,2 di Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (16/1/2021). - Antara
Warga melintas di dekat anjungan tunai mandiri yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 6,2 di Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (16/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Gempa bumi dengan magnitudo 5,9 dan 6,2 yang mengguncang Sulawesi Barat pada 14-15 Januari 2021 ternyata diawali gempa pembuka di akhir 2020.

Hal itu disampaikan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin (1/2/2021).

Gempa pembuka disebutkan terjadi di kawasan gempa pada 14-15 Januari 2021.

"Gempa pembuka itu sudah ada bulan Desember lalu dan ini ada di kawasan yang sekarang mengalami gempa destruktif itu," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

Hal itu disampaikan Daryono dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dipantau dari Jakarta, Senin.

Beberapa pekan gempa Desember itu terjadilah gempa M5,9 pada Kamis (14/1) dan M6,2 pada Jumat (15/1).

Gempa yang mengguncang daerah Sulawesi Barat itu mengakibatkan terjadinya kerusakan.

Kedua gempa itu terjadi di darat dekat Majene di Sulbar dengan masing-masing memiliki kedalaman 11,8 km dan 22,3 km.

Tidak lama setelah gempa besar itu, juga terjadi gempa susulan. BMKG mencatat sampai dengan Senin (1/2/2021) atau hari ini telah tercatat ada 39 gempa susulan.

Total jumlah gempa sejak terjadinya gempa pembuka adalah 48 kali. Adapun gempa yang dapat dirasakan tercatat sebanyak 10 kali.

"Gempa Majene-Mamuju ini memiliki produktivitas gempa susulan yang sangat rendah atau istilahnya lack of aftershocks," tambah Daryono.

Hal itu terjadi karena high stress drop atau penurunan tekanan yang tiba-tiba yang besar nilainya. "Sehingga wajar jika gempa ini memiliki susulan-susulan yang jarang," ujarnya.

Menurut Daryono, gempa Majene diawali dengan gempa pembuka pada 14 Januari 2021 berkekuatan M5,2 yang menimbulkan kerusakan, disusul rentetan gempa pembuka sebanyak delapan kali.

Selanjutnya terjadi gempa utama berkekuatan M6,2 pada 15 Januari 2021 dengan guncangan lebih kuat dan merusak.

Daryono menegaskan jika dibandingkan dengan gempa sekelasnya yang juga berkekuatan M6 seperti gempa Lombok pada 2018 yang memiliki ratusan gempa susulan setelah gempa utama, gempa Sulbar memiliki gempa susulan yang jauh lebih sedikit.

Hal serupa juga dapat dilihat jika dibandingkan dengan gempa Ambon pada 2019 dengan jumlah gempa bumi susulan mencapai 949 kali dan jumlah yang dirasakan sebanyak 102 kali.

Dalam gempa Sulbar hanya satu kali kejadian di mana kekuatannya mencapai lebih dari M6 dengan kebanyakan gempa susulan berkekuatan M2 hingga M3.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa BMKG sulbar Gempa Mamuju

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top