Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jenazah Kapten Afwan, Pilot Sriwijaya Air SJ-182 Dimakamkan

Sebelum dimakamkan, jenazah pilot itu sempat disemayamkan sekitar 2 jam di kediamannya. Hal itu dilakukan untuk mengobati rasa kangen keluarga.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Januari 2021  |  19:09 WIB
Pesawat Sriwijaya Air.  - Sriwijaya Air.
Pesawat Sriwijaya Air. - Sriwijaya Air.

Bisnis.com, JAKARTA - Jenazah pilot pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Kapten Afwan, akhirnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg blok Taman Bahagi, Sabtu (30/1/2021).

Sebelum dimakamkan, jenazah pilot itu sempat disemayamkan sekitar 2 jam di kediamannya. Hal itu dilakukan untuk mengobati rasa kangen keluarga.

"Disalatkan di mesjid Addaulah dan lalu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg blok Taman Bahagia," kata sepupu Afwan, Sjafzan Badar tentang peristirahatan terakhir pilot Sriwijaya Air SJ-182 tersebut.

Putri bungsunya, Aisyah baru mengetahui sang ayah sudah meninggal pada hari ini yaitu saat peti jenazah sang ayah tiba di rumahnya di blok A3 nomor 10 Bumi Cibinong Endah. Padahal dalam kecelakaan pesawat rute Jakarta-Pontianak yang terjadi pada 9 Januari 2021.

"Yang paling kecil itu masih TK. Dia tahunya sampe kemarin ayahnya terbang saja dan terus menunggunya pulang," kata Sjafzan.

Namun demikian, Sjafzan mengatakan istri, anak dan keluarga besar Afwan bin Zamzami sudah mengikhlaskan kepergian sang pilot.

Seperti diketahui, Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor register PK-CLC SJ-182 yang menerbangi rute Jakarta-Pontianak lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pada Sabtu (9/1) pukul 14.36 WIB.

Keberangkatan pesawat itu tertunda dari jadwal semula pukul 13.35 WIB karena faktor cuaca.

Pesawat Boeing 737-500 yang dipiloti oleh Kapten Afwan itu dilaporkan hilang kontak pada Sabtu pukul 14.40 WIB. 

Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak pada posisi 11 mil laut di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki untuk menuju ketinggian 13.000 kaki.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air kecelakaan pesawat

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top