Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tim Forensik UI Bantu Tim DVI Polri Identifikasi Jenazah Korban Sriwijaya Air

Operasi DVI tersebut dilaksanakan sejak tanggal 9 Januari 2021 hingga saat ini di Rumah Sakit Bhayangkara TK.I R. Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  20:59 WIB
Penemuan puing/body part yang diduga bagian dari pesawat Sriwijaya Air SJ182. Puing yang ditemukan berupa serpihan body part pesawat dan baju anak-anak berwarna pink. Penemuan itu diserahkan kepada tim DVI Polri dan KNKT. - Kantor SAR Jakarta
Penemuan puing/body part yang diduga bagian dari pesawat Sriwijaya Air SJ182. Puing yang ditemukan berupa serpihan body part pesawat dan baju anak-anak berwarna pink. Penemuan itu diserahkan kepada tim DVI Polri dan KNKT. - Kantor SAR Jakarta

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Forensik Universitas Indonesia (UI) bergabung dengan Polri dalam membantu tim Disaster Victim Identification (DVI) Sriwijaya Air SJ182 yang mengalami kejadian kecelakaan pada 9 Januari 2021 di wilayah Perairan Kepulauan Seribu.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI drg Nurtami, Ph.D., Sp.OF(K) dalam keterangan di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (28/1/2021), mengatakan operasi DVI diselenggarakan oleh Polri setiap terjadi bencana yang mengakibatkan korban massal.

"Tim Forensik UI berkolaborasi secara profesional dalam operasi DVI dengan tim DVI Polri," katanya.

Operasi DVI tersebut dilaksanakan sejak tanggal 9 Januari 2021 hingga saat ini di Rumah Sakit Bhayangkara TK.I R. Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta.

Nurtami yang juga Ketua Tim Kedokteran Gigi Forensik UI lebih lanjut mengatakan operasi DVI terdiri atas 4 fase, yaitu fase 1 (tempat kejadian perkara); fase 2 (post mortem); fase 3 (ante mortem); dan fase 4 (rekonsiliasi).

Tim Forensik UI diperbantukan dalam fase 2, fase 3 dan fase 4. Pada fase 2, Tim Forensik UI melakukan proses identifikasi dan pendataan terhadap barang bukti korban yang berhasil dievakuasi dari fase 1, melalui pemeriksaan fisik indikasi identitas korban, dental dan DNA lanjut.

Sementara pada fase 3, tim membantu mengumpulkan dan mengkaji data-data korban dari pihak keluarga, terutama data medis, data dental, silsilah keluarga untuk data DNA pembanding, dan data penunjang lainnya. Kemudian, tim di fase 4 membantu analisis terhadap pencocokan (matching) data ante mortem dan post mortem untuk menentukan identitas korban bencana.

Operasi DVI Sriwijaya Air SJ 182 berjalan cukup lancar dan tanpa kendala berarti, sekalipun masih di masa pandemi. Seluruh petugas dituntut untuk memiliki kedisiplinan tinggi dalam bekerja, menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dan peduli kepada lingkungan sekitarnya.

Seluruh prosedur operasi dilaksanakan secara efektif dan efisien, dan hingga hari ke-18 operasi DVI sudah mendekati 90 persen korban teridentifikasi melalui sidik jari dan DNA.

"Alhamdullilah, Tim Forensik UI sejak awal operasi DVI dilaksanakan dapat melakukan tugasnya dengan baik di pos yang sudah ditentukan masing-masing," kata Nurtami.

UI memberikan bantuan tim ahli forensik yang merupakan gabungan dari Fakultas Kedokteran, yaitu dr. Fitri Ambar Sari, Sp.F.M, MPH., dr. Oktavinda Safitry, Sp.F.M(K), M.Pd.Ked., dr. Yudy, Sp.F.M, Dr. dr. Ade Firmansyah S, Sp.F.M(K), dr. Putu Melati Suci Kusuma, Sp.F.M, dr. M. Ardhian S, Sp.F.M, dan dr. Made Ayu Mira W, Sp.F.

Selain itu, dari Fakultas Kedokteran Gigi, yaitu drg. Nurtami, Ph.D., Sp.OF(K), drg. Ken Sekar Langit, drg. Harismanto, drg. Andi Izham, S. Salsabila Kirana, S.K.G., drg. M. Garry Syahrizal H., drg.Fransisca Veyta Ayu, dan drg. Milda Mongan.

Pesawat tersebut tercatat membawa 62 orang, yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru Sriwijaya Air.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air kecelakaan pesawat

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top