Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Per 29 Januari, Meterai Tempel Rp10.000 Telah Tersedia di Kantor Pos Induk

PT Pos Indonesia sudah menerima stok meterai tempel sebanyak 120 juta keping dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Peruri.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  09:03 WIB
Suasana di Kantor Pos -  Bisnis
Suasana di Kantor Pos - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Meterai tempel Rp10.000 resmi diluncurkan dan sudah tersedia di Kantor Pos besar.

Vice President Remittance dan Business Development PT Pos Indonesia Meidiana Suryati ketersediaan untuk Kantor Pos cabang paling cepat tersedia Sabtu (30/1/2021) atau Senin depan (1/2/2021).

"Hari ini sudah siap untuk mulai dijual. Paling tidak di Kantor Pos besar. Di kantor cabang butuh distribusi, paling cepat mulai besok atau Senin," ungkap Meidiana kepada Bisnis, Jumat (29/1/2021).

Dia juga mengungkapkan bahwa PT Pos Indonesia sudah menerima stok meterai tempel sebanyak 120 juta keping dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Peruri.

"Sudah kami distribusikan ke kantor pos induk di seluruh Indonesia," katanya.

Kemarin, Kamis (28/1/2021), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi memperkenalkan meterai tempel baru senilai Rp10.000, pengganti meterai lama desaiin tahun 2014.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan meterai tempel baru tersebut sudah bisa diperoleh masyarakat di Kantor Pos seluruh Indonesia.

“Meterai tempel baru ini memiliki ciri umum dan ciri khusus yang perlu diketahui oleh masyarakat,” katanya dalam siaran pers, Kamis (28/1/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt pos indonesia djp kantor pos Meterai
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top