Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komisi III DPR Soroti Makalah Calon Hakim Agung, Diduga Plagiat

Makalah salah satu calon hakim agung yang membahas eksistensi dan independensi pengadilan perpajakan mirip dengan makalah di jurnal Mimbar Keadilan pada 2017.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  18:41 WIB
Ilustrasi - Suasana rapat Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/9). Rapat dengar pendapat Komisi III DPR dengan KPK batal karena pimpinan KPK tidak hadir dan akan dijadwalkan kembali pada Senin (11/9). - ANTARA/Wahyu Putro A
Ilustrasi - Suasana rapat Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/9). Rapat dengar pendapat Komisi III DPR dengan KPK batal karena pimpinan KPK tidak hadir dan akan dijadwalkan kembali pada Senin (11/9). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempermasalahkan makalah yang disampaikan calon Hakim Agung Triyono Martanto. Legilstor menduga makalah yang dibawa saat uji kompetensi calon hakim agung dan hakim ad hoc pada Mahkamah Agung itu merupakan hasil plagiat.

Pertanyaan atas keaslian karya tulis itu mencuat dalam proses uji kelayakan hakim agung dan hakim ad hoc yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa pada masa persidangan III/tahun sidang 2020/2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Awalnya, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ichsan Soelistio mempertanyakan makalah Triyono yang membahas eksistensi dan independensi pengadilan perpajakan dalam sistem peradilan di Indonesia.

Dalam makalah itu, ada bagian yang mirip dengan makalah yang ditulis oleh Rio Bravestha dan Syofyan Hadi berjudul 'Kedudukan Pengadilan Pajak dalam Sistem Peradilan di Indonesia' di sebuah jurnal Mimbar Keadilan pada 2017.

"Kalau pada halaman 1 paragraf 1, Bapak menulis penyelesaian organisasi administrasi dan finansial, dan seterusnya, itu sama dengan halaman 11 paragraf 2 dari jurnal," ujarnya.

Demikian pula pada paragraf berikutnya, kata Ichsan, tetapi ada kata-kata yang berbeda meski mirip sekali. Pimpinan sidang, Desmond pun meminta Triyono menjelaskan makalah yang ditulisnya, sekaligus membantah tuduhan dugaan plagiat. Triyono pun membantah dan menjelaskan bahwa tulisan itu pernah disampaikannya pada Mahkamah Konstitusi pada 2020.

"Jadi, itu memang tulisan kami, Pak. Itu memang tulisan untuk memposisikan legal standing kami di MK. Jadi, kalau ada kesamaan, memang tadi antara eksistensi dan kedudukan banyak ditulis. Sampai sekarang pun masih perdebatan di kalangan akademisi, banyak yang menulis," katanya.

Namun, Desmond mengatakan bahwa kesamaan berpikir tidak dipersoalkan, melainkan kesamaan kata dalam makalah sehingga meminta untuk menjelaskan lebih gamblang.

Triyono kembali menyampaikan pembelaan bahwa kalimat-kalimat dalam makalah itu ada dalam undang-undang semuanya sehingga sama saja dengan mengutip dari UU.

Namun, Wakil Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Adies Kadir menginterupsi seraya mempertanyakan waktu Triyono memaparkan makalah itu ke MK dan kapan makalah milik Rio dan Syofyan terbit. Adies juga mengusulkan kepada pimpinan rapat untuk mengakhiri sesi uji kepatutan terhadap Triyono jika memang ada dugaan plagiat.

Setelah itu, Desmond sebagai pimpinan rapat kemudian meminta Ichsan Soelistio untuk membacakan paragraf yang dipersoalkan dari makalah Triyono dan makalah dalam jurnal Mimbar Keadilan. Ichsan kemudian membacakan keseluruhan paragraf yang dimaksud dalam makalah Triyono dan makalah di Mimbar Keadilan dan mengatakan identik sekali. 

"Kalau demikian, patut diduga. Karena ini patut diduga, tolong ini rapat saya ambil keputusan tidak dilanjutkan. Tinggal fraksi-fraksi yang memutuskan," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr plagiat hakim agung

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top