Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Kedua, Profesor Abdul Muthalib Tak Gemetar Lagi Suntik Jokowi

Penyuntikan kali ini lebih tenang, karena sudah terbiasa dengan vaksin pertama.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  09:22 WIB
Vaksinator Presiden Joko Widodo Abdul Muthalib (kanan) bersiap-siap menyuntikkan CoronaVac kepada Presiden, Rabu (27/1/2021). JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Vaksinator Presiden Joko Widodo Abdul Muthalib (kanan) bersiap-siap menyuntikkan CoronaVac kepada Presiden, Rabu (27/1/2021). JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA – Vaksinator Presiden Joko Widodo Abdul Muthalib mengatakan lebih tenang pada penyuntikan vaksin kedua kepada Presiden.

Sebelumnya, Abdul menjadi sorotan lantaran gemetaran saat menyuntik vaksin kepada Presiden pada Rabu (13/1/2021). Namun, pada hari ini, dia mengatakan lebih tenang, meskipun sejumlah warganet menilai Abdul tetap gemetaran.

“Penyuntikan kali ini lebih tenang, karena sudah terbiasa dengan vaksin pertama. Saya berterima kasih, karena Presiden tetap mempercayakan kepada saya untuk penyuntikkan vaksinnya,” kata Abdul usai melakukan vaksinasi di Istana Negara, Rabu (27/1/2021).

Abdul juga menegaskan, bahwa vaksin yang diberikan kepada Presiden adalah vaksin Sinovac, bukan vaksin yang lain. Adapun, usai divaksin, dia mengimbau kepada siapapun untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Terkait dengan efek samping, Abdul mengatakan saat bertanya kepada Jokowi, Presiden mengaku tak ada keluhan sama sekali.

“Hanya sakit sedikit waktu disuntik saja, sejauh ini tidak ada efek sampingnya,” kata Abdul.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Vaksin Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top