Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Moeldoko Ungkap Alasan Jokowi Tunjuk Listyo Sigit jadi Calon Kapolri

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko memaparkan bahwa istana telah melihat beberapa kriteria yang dimiliki oleh Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sehingga layak diajukan sebagai Kapolri.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  16:47 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Senin (29/6/2020). Moeldoko mengungkapkan Presiden menegur keras menteri-menterinya agar mereka dapat lebih lebih sigap, cepat dan tepat dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Senin (29/6/2020). Moeldoko mengungkapkan Presiden menegur keras menteri-menterinya agar mereka dapat lebih lebih sigap, cepat dan tepat dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko akhrinya menungkap alasan penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Pol Idham Azis.

Moeldoko memaparkan bahwa istana telah melihat beberapa kriteria yang dimiliki oleh Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sehingga layak diajukan sebagai Kapolri.

“Kapasitas, kapabilitas, loyalitas, intergritas itu bagian dari semua itu. Semua agregat indikator yg dikenali dari awal memunculkan sebuah agregat dan agregat itu seseorang akan dipilih,” ujarnya kepada awak media, Rabu (20/1/2021).

Lebih lanjut, Moeldoko menjelaskan bahwa kapabilitas dalam mengemban tugas berat menjadi sangat penting dimiliki seorang pemimpin.

Menurutnya, Komjen Listyo memiliki pengalaman dan terbukti kapabilitasnya dalam menghadapi berbagai persoalan.

Kemudian, loyalitas kepada negara menjadi kriteria yang wajib dimiliki seorang pemimpin, termasuk Kapolri.

“Seorang pemimpin harus punya loyalitas pada negara. Itu pasti. Enggak boleh ditawar,” ujarnya.

Sementara integritas harus dimiliki seorang pemimpin karena dia bertanggung jawab atas segala keputusan yang diambilnya sehingga benar-benar menjalankan tugas dan kewajibannya.

Selain itu, Moeldoko juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Komjen Listyo Sigit sebagai calon Kapolri bukan didasarkan atas pertimbangan senioritas, melainkan kepenuhan kriteria atau indikator.

“Pilihan pertama pendekatan senioritas, pilihan kedua pendekatan beberapa persyaratan tadi. Bisa pendekatan senioritas apabila apa yang menjadi pemikiran pak Presiden tadi berbagai indikator itu terpenuhi,” jelas Moeldoko.

Dengan demikian, pernyataan tersebut pun menepis isu yang menyebut Kepala Negara memilih Komjen Listyo Sigit Prabowo adalah karena ada kedekatan personal.

Seperti diketahui, Komisi III DPR dengan suara bulat telah menyetujui pengangkatan Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri pengganti Jenderal Pol Idham Azis yang akan pensiun pada Februari 2021.

Keputusan itu diambil dalam fit and proper test terhadap calon Kapolri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo di Komisi III DPR, pada Rabu (20/1/2021).

"Menyetujui pengangkatan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri dan selanjutnya akan ditetapkan dalam rapat paripurna terdekat yang selanjutnya diproses sesuai dengan peraturan perundang-udangan," kata Ketua Komisi III Herman Hery, Rabu (20/1/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi polri Listyo Sigit Prabowo
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top