Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Efek Samping setelah Vaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) merupakan semua kejadian medis yang terjadi setelah imunisasi, menjadi perhatian, dan diduga berhubungan dengan imunisasi.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  17:29 WIB
Tenaga kesehatan di RSCM menjalani vaksinasi Covid-19, Kamis (14/1/2021). - Dok. Kementerian Kesehatan
Tenaga kesehatan di RSCM menjalani vaksinasi Covid-19, Kamis (14/1/2021). - Dok. Kementerian Kesehatan

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 dimulai, keraguan kembali muncul termasuk karena adanya potensi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). Namun, Ahli menyatakan, dari seluruh KIPI yang terjadi tidak ada yang masuk kategori parah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 12/2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi, dijelaskan bahwa KIPI adalah semua kejadian medis yang terjadi setelah imunisasi, menjadi perhatian, dan diduga berhubungan dengan imunisasi.

Adapun, KIPI terdiri dari efek serius dan non-serius. KIPI yang serius adalah setiap kejadian medis setelah imunisasi yang menyebabkan rawat inap, kecacatan, hingga kematian serta menimbulkan keresahan di masyarakat, sedangkan, yang non-serius tidak menimbulkan risiko potensial pada kesehatan si penerima vaksin.

Dokter dan Tim Penanganan Covid-19 Muhammad Fajri Adda’i, yang telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama mengatakan dirinya tidak merasakan reaksi yang aneh.

“Biasa saja. Saya tidak merasakan reaksi yang tidak wajar. Tidak sakit saat disuntik dan sampai sekarang juga normal-normal saja. Sebelumnya saya pikir akan terasa nyeri namun ternyata tidak terasa apa-apa,” tutur Fajri dalam Dialog Produktif KPCPEN, Rabu (20/1/2021).

Terkait keraguan vaksinasi di tengah masyarakat, menurut Fajri memang masih ada yang meragukan dan mempertanyakan terkait vaksin dan KIPI.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Dokter Inda Mutiara selaku Kepala Puskesmas Kramatjati mengungkapkan bahwa sejauh pengamatannya, lingkungan sekitarnya antusias dan tidak ada penolakan baik dari rekan tenaga Kesehatan (nakes) maupun masyarakat sekitar.

Tidak adanya reaksi lanjutan pada Dokter Fajri setelah divaksin Covid-19 juga dirasakan oleh Dokter Inda.  “Teman nakes lain ada yang mengalami demam, nyeri, lemas, ada yang jadi merasa lapar terus, hingga ngantuk. Reaksi ini wajar dan masuk dalam kategori ringan. Kalaupun ada demam itu wajar sebagai suatu reaksi dalam pembentukan imunitas dalam tubuh,” katanya.

Kepada masyarakat luas, Fajri berpesan agar tidak usah mendengarkan hoaks. “Saya melihat sendiri laporan terkait vaksin ini untuk mendapatkan kajian ilmiahnya. Dari laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM] maupun yang dari Brazil menunjukkan bahwa relatif aman dengan KIPI di bawah 1 persen, rendah sekali,” jelas Fajri.

Dia menambahkan, vaksin sudah hadir untuk membantu upaya mengatasi pandemi Covid-19. Namun, yang juga perlu dipahami vaksinasi ini butuh proses untuk mencapai proteksi maksimal.

“Oleh karena itu, semua lapisan masyarakat tetap harus disiplin protokol kesehatan 3M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak,” kata Fajri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top