Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMI Targekan 5.000 Penyintas Donor Plasma Konvalesen Per Bulan

PMI mendapat permintaan sekitar 200 kantor plasma konvalesen per hari. Akan tetapi organisasi itu hanya mampu menyalurkan sekitar 50 kantong.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  17:33 WIB
Plasma darah dipegang oleh petugas medis
Plasma darah dipegang oleh petugas medis

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menargetkan 5.000 penyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvalesen guna menekan angka kematian akibat pandemi.

Dia mengatakan PMI mendapat permintaan sekitar 200 kantor plasma konvalesen per hari. Akan tetapi organisasi itu hanya mampu menyalurkan sekitar 50 kantong.

“Saat ini kita baru bisa suplay 1.000 per bulan. kita masih membutuhkan 5 kali lipat dari itu. Jadi kita butuh setidak-tidaknya 5.000 pendonor per bulan di seluruh indonesia,” katanya sata konferensi pers virtual, Senin (18/1/2021).

JK menjelaskan bahwa kesempatan mendapatkan 5.000 kantong plasma konvalesen bukan sesuatu yang muskil. Pasalnya jumlah pasien sembuh dari Covid-19 menyentuh 745.935 orang. PMI hanya mengharapkan sekitar 60.000 pendonor plasma konvalesen dalam satu tahun.

“Jadi 10 persen saja yang donor sudah cukup. Karena permintaan 200 per hari. Kita hanya sanggup 50 per hari.”

Jusuf Kalla menyebutkan bahwa PMI memiliki sekitar 50 alat untuk mengambil plasma konvalesen dari penyintas Covid-19. Bila ditambahkan dengan alat milik rumah sakit lain sekitar 50, maka sejatinya setidaknya 1.000 kantor plasma bisa ditampung per hari.

“Karena ini jelas orang yang kenak. Kalau vaksin itu orang yang belum kena. ini orang yang kena yang dibantu oleh orang yang sudah kena. Jadi ini luar biasa amalnya.”

Sementara itu Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusi dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa donor plasma konvalesen merupakan salah satu ikhtiar menekan angka kematian.

Plasma konvalesen dari para penyintas sebutnya tidak hanya dapat diberikan kepada pasien kritis, akan tetapi kepada pasien dengan gejala ringan.

“Plasma kovalesen ini jangan nunggu berat atau kritis dulu. Tapi kalau sudah ada tanda-tanda menjadi berat diintervensi dengan plasma. Data menunjukkan walaupun intervensinya pada level kritis tetapi juga banyak yang bisa diselamatkan,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla palang merah indonesia Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top