Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat: Kedatangan Menlu China Mau Menangkan Hati Indonesia

"Kita berkawan dengan siapa saja, namun jangan ganggu Indonesia. Intinya semua adalah teman kecuali mengganggu kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia."
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  10:39 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) bertemu dengan Menlu China Wang Yi, di Beijing, China, Sabtu (13/5). - Reuters
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) bertemu dengan Menlu China Wang Yi, di Beijing, China, Sabtu (13/5). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana menilai kedatangan Menteri Luar Negeri China Wang Yi ke Indonesia salah satunya untuk memenangkan hati Indonesia seiring dengan persiapan China menghadapi Amerika Serikat (AS).

Hal ini karena Indonesia merupakan negara penting bagi China. Indonesia merupakan pangsa pasar besar bagi produk China dan memiliki sumber daya alam seperti migas dan batubara.

“[Indonesia juga punya] keinginan untuk utang. Selain itu, Indonesia juga merupakan leader untuk Asia Tenggara, sehingga kalau bisa menangkan hati Indonesia dapat semua termasuk kepatuhan negara-negara Asia Tenggara,” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (12/11/2021).

Namun, Hikmahanto meyakini posisi Indonesia bebas aktif dalam menyikapi hubungan dengan China.

“Kita berkawan dengan siapa saja, namun jangan ganggu Indonesia. Intinya semua adalah teman kecuali mengganggu kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hubungan China dan AS semakin panas lantaran AS semakin berani muncul di perairan Laut China Selatan pada akhir tahun lalu.

Ketegangan berlanjut seiring dengan tudingan Departemen Luar Negeri AS yang mengatakan China telah melanggar hukum internasional sehingga mengganggu perdamaian dunia.

Belum lama ini, Presiden Xi Jinping mengungkapkan bahwa tentara China harus berani berperang, dalam pidato pertamanya pada 2021. Hal itu kontradiktif dibandingkan dengan instruksi pada tahun sebelumnya, di mana perjuangan militer bertugas mengelola krisis dan mencegah peperangan.

Terkait dengan kedatangan Wang Yi, kemungkinan besar kedua belah pihak akan membicarakan soal pembangunan Indonesia yang sedang dilakukan di berbagai sektor dan terkait dengan penanganan Covid-19, khususnya vaksin.

Dia mendorong pemerintah Indonesia juga menyinggung masalah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang banyak bekerja di kapal ikan China saat bertemu dengan Wang Yi.

“Minta agar China memperhatikan perusahaan yang mempekerjakan ABK asal Indonesia. Mereka harus menghormati HAM dan aturan internasional," tuturnya.

Wang Yi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Rabu (13/1/2021).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indonesia china amerika serikat
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top