Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LPPOM MUI Lakukan Transformasi Manajemen Lebih Modern

LPPOM MUI telah cukup lama melengkapi pelayanannya dengan implementasi teknologi informasi yang cukup canggih.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  16:04 WIB
LPPOM MUI melakukan transformasi yang lebih modern. - logo
LPPOM MUI melakukan transformasi yang lebih modern. - logo

Bisnis.com, JAKARTA -- Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) akan meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Eksekutif LPPOM MUI Muti Arintawati menyatakan bahwa ke depan, tantangan yang dihadapi semakin berat sehingga pihaknya akan terus menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten serta memanfaatkan teknologi.

"Kondisi ini mengharuskan kita melakukan transformasi ke sistem manajemen modern,” ujarnya, usai serah terima jabatan dengan Lukmanul Hakim, yang selama 11 tahun menjadi nahkoda LPPOM MUI, dalam keterangannya, Senin (11/1/2021).

Terkait munculnya lembaga-lembaga pemeriksa halal baru yang akan terlibat dalam pemeriksaan kehalalan produk seperti yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (yang kemudian dilebur ke dalam UU Omnibus Law), menurut Muti bukan menjadi halangan.

“Ini justru harus menjadi tantangan bersama bahwa kita bisa menjadikan ‘teman baru’ kita sebagai pemicu LPPOM MUI agar lebih baik, kuat, dan profesional untuk lebih maju ke depan,” ujarnya

Menurutnya, LPPOM MUI  juga harus menjadi jawaban atas segala permintaan masyarakat tentang sertifikasi halal. Kuncinya, transparansi dan pelayanan prima.

Untuk meningkatkan pelayanan prima, LPPOM MUI juga telah cukup lama melengkapi pelayanannya dengan implementasi teknologi informasi yang cukup canggih.

Di bidang pelayanan pendaftaran sertifikasi halal, misalnya, sejak lebih dari sembilan tahun lalu telah diimplementasikan Certification Onlne System (Cerol SS 23000).

Ini memungkinkan pendaftaran sertifikasi halal tidak perlu datang ke kantor dan membawa setumpuk berkas. Dokumen persyaratan cukup dikirim secara online, dan sistem akan melakukan proses secara otomatis.

"Kita bersyukur, dalam situasi yang mengharuskan kita bekerja dari rumah karena alasan pandemi Covid 19, Cerol SS 23000 ini sangat besar manfaatnya,” ujar Direktur Operasional LPPOM MUI, Sumunar Jati.

Selain itu, sejak April 2020 lalu, seiring dengan mewabahnya pandemi Covid-19,  LPPOM MUI menerapkan layanan pemeriksaan kehalalan produk secara daring yang disebut MosA. 

Hal ini melengkapi kebijakan LPPOM MUI yang menerapkan komunikasi melalui e-mail, call center, teleconference, maupun media komunikasi lainnya selama masa pandemi.

Protokol audit yang disebut  Modified on-site Audit (MosA) merupakan proses membandingkan bukti audit dengan 11 kriteria Sistem Jaminan Halal (SJH) yang dipersyaratkan LPPOM MUI yang telah dimodifikasi sehingga tetap dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan penetapan kehalalan oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (KF MUI).

Modifikasi MosA  dilakukan dengan metode tertentu sehingga proses kaji ulang prosedur, kebijakan maupun pengumpulan bukti-bukti di lapangan dan pengecekan fasilitas produksi tetap dilakukan secara baik. Hal ini dilakukan dalam menjamin kelancaran proses sertifikasi halal.

Lukmanul Hakim yang kini menjabat Ketua MUI sekaligus Staf Khusus Wakil Presiden RI, menyampaikan pesan agar LPPOM MUI yang  dibangun berlandaskan tiga pilar.

Yakni penguatan kelembagaan, penguatan sistem sertifikasi, dan penguatan sumber daya manusia, tetap fokus pada pengabdian masyarakat di bidang halal dan menjadi lembaga yang terdepan dalam solusi jaminan halal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi mui
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top