Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Ini Ucapan Duka PM Kanada

Hingga Minggu (10/1/2021) dikabarkan bahwa tim selam dari pasukan intai amfibi Kopaska TNI AL telah mengirimkan gambar diduga puing pesawat di dalam laut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  10:26 WIB
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau - Bloomberg/David Kawai
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau - Bloomberg/David Kawai

Bisnis.com, JAKARTA - Musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mengundang empati kepala negara lain.

Pesawat tersebut jatuh di perairan Kepulauan Seribu, dan saat ini pencarian kotak hitam masih dilakukan.

Hingga Minggu (10/1/2021) dikabarkan bahwa tim selam dari pasukan intai amfibi Kopaska TNI AL telah mengirimkan gambar diduga puing pesawat di dalam laut.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyampaikan ucapan belasungkawa atas kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak tersebut.

Atas nama warga Kanada, Trudeau menyatakan solidaritas untuk keluarga para korban.

“Kabar yang datang dari Indonesia sungguh memilukan. Duka terdalam kami sampaikan bagi keluarga, sahabat, dan orang terkasih dari mereka yang berada di dalam pesawat Sriwijaya Air penerbangan SJ 182,” ujar PM Trudeau melalui cuitan di Twitter yang diakses dari Jakarta, Senin (11/1/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya, Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021), pukul 14.40 WIB.

Pesawat tersebut jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat tinggal landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes penerbangan, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru.

Dari jumlah tersebut terdapat 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, sedangkan 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beserta Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Bagus Puruhito untuk melakukan operasi pencarian korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 secara cepat.

"Kemarin sore telah saya perintahkan kepada Menteri Perhubungan, Kepala Basarnas yang dibantu TNI dan Polri untuk segera melakukan operasi pencarian dan pertolongan yang secepat-cepatnya kepada para korban," kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air kanada Justin Trudeau

Sumber : Antara.Twitter

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top