Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Kota di China Mulai Lakukan Pembatasan Jelang Imlek

China telah mengendalikan wabah domestiknya setelah virus Corona pertama kali muncul di Wuhan pada akhir 2019, tetapi lonjakan di provinsi Hebei yang berbatasan dengan Beijing telah memicu penguncian baru menjelang Tahun Baru China bulan depan.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 09 Januari 2021  |  12:37 WIB
Suasana di salah satu titik Kota Wuhan, China menjelang akhir tahun 2020. /-Roman Pilipey/EPA - Guardian
Suasana di salah satu titik Kota Wuhan, China menjelang akhir tahun 2020. /-Roman Pilipey/EPA - Guardian

Bisnis.com, JAKARTA - Dua kota di China, tepatnya di selatan Beijing, semakin memperketat pembatasan Covid-19 pada Sabtu (9/1/2021) untuk membasmi kembalinya infeksi.

China telah mengendalikan wabah domestiknya setelah virus Corona pertama kali muncul di Wuhan pada akhir 2019, tetapi lonjakan di provinsi Hebei yang berbatasan dengan Beijing telah memicu penguncian baru menjelang Tahun Baru China bulan depan.

Hebei telah melaporkan lebih dari 130 kasus Covid-19 dalam seminggu terakhir, dengan lebih dari 200 orang terinfeksi tanpa gejala.

Sebagian besar kasus terjadi di kota Shijiazhuang yang dihuni oleh 11 juta orang. Beberapa infeksi lain dilaporkan di kota tetangga Xingtai yang memiliki populasi 7 juta orang.

"Shijiazhuang menghentikan operasi kereta bawah tanah mulai Sabtu pagi untuk membantu pencegahan dan pengendalian wabah," kata pihak berwenang di kutip dari Channel News Asia.

Jalan raya utama menuju kota, sekitar 300 km selatan Beijing, telah ditutup dan perjalanan penumpang antar kota dihentikan.

Semalam, kota Xingtai juga mengumumkan agar warganya untuk tinggal di rumah selama seminggu demi mengekang penyebaran wabahnya.

Pembatasan itu dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek, ketika ratusan juta warga China akan mengunjungi keluarga dan teman.

Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional Zeng Yixin memperingatkan bahwa Tahun Baru Imlek akan semakin meningkatkan risiko penularan.

Pihak berwenang berlomba untuk meluncurkan vaksin. Zeng mengatakan sudah lebih dari 9 juta dosis yang diberikan sejauh ini.

Otoritas kesehatan baru-baru ini memberikan persetujuan bersyarat kepada kandidat vaksin oleh raksasa farmasi China Sinopharm, dengan Emergency Use Authorization (EUA) sudah diberikan pada akhir tahun 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imlek china Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top