Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Massa Pro-Trump Berhasil Dihalau, Gedung Parlemen AS Kembali Kondusif

Anggota parlemen AS telah menyerukan agar proses pengesahan hasil penghitungan suara elektoral dilanjutkan dengan pengamanan ketat di Capitol.
Ilustrasi pendukung Donald Trump - Kalangan mahasiswa pendukung Trump mengekspresikan kegembiraan saat menyaksikan laporan langsung di University of Sydney di Australia, 9 November 2016./Reuters-Jason Reed
Ilustrasi pendukung Donald Trump - Kalangan mahasiswa pendukung Trump mengekspresikan kegembiraan saat menyaksikan laporan langsung di University of Sydney di Australia, 9 November 2016./Reuters-Jason Reed

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi Gedung Parlemen Amerika Serikat atau Capitol dikabarkan telah kondusif setelah sebelumnya diserbu ratusan pengunjuk rasa yang menuntut pembatalan pengesahan kemenangan presiden terpilih, Joe Biden.

Dilansir New York Times, Kamis (7/1/2021), kabar itu disampaikan langsung oleh petinggi keamanan Kongres AS. Kepada anggota parlemen dan wartawan yang terus berlindung di dalam kompleks, dia menyatakan bahwa Capitol sekarang aman.

Sementara itu, anggota parlemen dari dua partai di AS telah menyerukan agar proses pengesahan hasil penghitungan suara elektoral atau electoral college dilanjutkan dengan pengamanan ketat Capitol. Namun, belum ada kabar pasti yang menyatakan bahwa kapan proses lanjutan itu akan dimulai.

Legislator Partai Demokrat dari Carolina Selatan James E. Clyburn berjanji bahwa Kongres akan melanjutkan penghitungan pada Rabu malam waktu setempat.

Sebelumnya diberitakan, polisi yang dilengkapi senjata api dan gas air mata berusaha untuk membersihkan gedung Capitol AS dari ratusan pengunjuk rasa yang menyerbu masuk gedung.

Anggota DPR dan Senat AS terpaksa dievakuasi setelah pengunjuk rasa pro-Trump masuk ke aula Kongres dan memaksa DPR dan Senat menangguhkan sidang.

Seorang pengunjuk rasa menduduki panggung Senat dan berteriak, "Trump telah memenangkan pemilihan." Pengunjuk rasa juga membobol barikade dan bentrok dengan polisi ketika ribuan orang turun ke halaman Capitol atau gedung parlemen.

Seorang petugas polisi Capitol AS terlihat menembakkan semprotan merica ke seorang pengunjuk rasa yang mencoba memasuki gedung Capitol selama sesi bersama Kongres untuk mengesahkan hasil pemilu 2020 di di Washington .

Sementara itu, presiden terpilih Joe Biden, mengatakan aktivitas para pengunjuk rasa telah melakukan penghasutan. Mantan wakil presiden itu mengatakan bahwa tindakan para demonstran untuk menyerbu Capitol, menghancurkan jendela, menduduki kantor, menyerbu aula Kongres dan mengancam keselamatan pejabat terpilih, bukanlah sebuah aksi protes. Tindakan itu, ujarnya, adalah sebuah pemberontakan.

"Saya menyerukan kepada massa ini untuk mundur dan membiarkan demokrasi terus berjalan," kata Biden seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (7/1/2021).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper