Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Denmark Perpanjang Lockdown Sampai 17 Januari

Perpanjangan pembatasan nasional saat ini, yang diumumkan pada 16 Desember masih akan menutup sekolah, pusat perbelanjaan, restoran, bar dan pertokoan non-esensial lainnya, lanjut perdana menteri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  12:45 WIB
Bendera Denmark - pixabay
Bendera Denmark - pixabay

Bisnis.com, JAKARTA - Denmark memperpanjang penguncian ketat (lock down) selama dua pekan sampai 17 Januari guna membatasi penyebaran Covid-19, menyusul lonjakan kasus baru secara drastis dalam sebulan terakhir, demikian Perdana Menteri Mette Frederiksen, Selasa (29/12).

"Situasi mengenai tingkat infeksi, pasien rawat inap dan korban meninggal kini bahkan lebih serius dibanding selama musim semi," kata Frederiksen saat konferensi pers.

Perpanjangan pembatasan nasional saat ini, yang diumumkan pada 16 Desember masih akan menutup sekolah, pusat perbelanjaan, restoran, bar dan pertokoan non-esensial lainnya, lanjut perdana menteri.

Negara Nordik tersebut cukup berhasil menerjang badai virus corona hingga Desember, ketika jumlah infeksi baru dua kali lipat dibanding dengan jumlah sebelumnya.

"Skenario yang kami takuti selama musim semi mungkin menjadi nyata dalam beberapa pekan dan bulan mendatang jika kami tidak bertindak sekarang," kata Frederiksen.

Denmark, dengan 5,8 juta penduduk, pada Selasa (29/12) melaporkan 2.621 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Sementara jumlah pasien rawat inap bertambah 28 menjadi 900, hampir mendekati kapasitas maksimum bangsal Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

denmark Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top