Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pakar Kesehatan Singapura Dukung Vaksin Pfizer-BioNTech

Singapura menjadwalkan vaksinasi akan mulai berlangsung pada 30 Desember 2020.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  05:16 WIB
Ilustrasi - Mal di Orchard Road Singapura. - Bloomberg/Wei Leng Tay
Ilustrasi - Mal di Orchard Road Singapura. - Bloomberg/Wei Leng Tay

Bisnis.com, SINGAPURA - Dukungan bagi penggunaan vaksin Corona buatan Pfizer Inc. dan BioNTech SE diberikan pakar kesehatan di Singapura.

Kelompok pakar kesehatan top Singapura itu menyampaikan dukungan setelah melakukan peninjauan secara independen terhadap data klinis tentang keamanan dan kemanjuran vaksin tersebut.

Disebutkan bahwa vaksin tersebut menunjukkan tingkat kemanjuran tinggi, hingga 95 persen. Vaksin ini juga memperlihatkan profil keamanan yang konsisten dengan standar tinggi yang ditetapkan untuk vaksin terdaftar lainnya yang digunakan dalam imunisasi terhadap penyakit lain.

Demikian dinyatakan komite ahli dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Singapura, pada hari Minggu.

Vaksin buatan Pfizer Inc. dan BioNTech SE ini dinyakatakan cocok untuk digunakan bagi mereka yang berusia 16 tahun ke atas.

Para pakar mengharapkan data uji coba lebih lanjut pada kelompok lain, seperti wanita hamil, ujar komite tersebut.

Sementara Pemerintah Singapura mengatakan secara terpisah pada Minggu bahwa mereka menerima rekomendasi komite, dan akan mulai memvaksinasi petugas kesehatan mulai 30 Desember.

Para lansia, mulai dari mereka yang berusia 70 ke atas, ditargetkan untuk mendapatkan suntikan mulai Februari.

“Setelah itu kami akan memvaksinasi warga Singapura lainnya dan penduduk jangka  panjang yang secara medis memenuhi syarat untuk vaksinasi,” kata Kementerian Kesehatan.

Singapura berharap dengan cakupan vaksinasi yang luas akan berdampak positif bagi kondisi kesehatan di negeri itu.

“Cakupan vaksinasi yang komprehensif pada populasi akan memastikan populasi kita terlindungi dari Covid-19. Ini juga secara tidak langsung akan melindungi mereka yang tidak dapat divaksinasi karena alasan medis, " ujar pernyataan tersebut.

Para ahli telah merekomendasikan Pemerintah Singapura untuk memprioritaskan petugas kesehatan, orang tua dan individu dengan penyakit kesehatan kronis mengingat pasokan yang terbatas.

Beranggotakan individu dari universitas negeri di negara kota tersebut, kementerian pemerintah, dan pusat penelitian, komite ini dibentuk pada bulan Oktober untuk memberikan rekomendasi tentang strategi vaksinasi Singapura.

Batch pertama vaksin dari Pfizer dan BioNTech Singapura tiba minggu lalu. Singapura telah menyisihkan lebih dari S$1 miliar ($ 750 juta) untuk vaksin dan mengatakan bahwa jumlah tersebut akan cukup untuk populasi sekitar 5,5 juta orang pada kuartal ketiga.

“Meskipun vaksinasi Covid-19 bersifat sukarela, kami sangat mendorong semua orang yang secara medis memenuhi syarat vaksinasi untuk mendapatkan vaksinasi saat vaksin ditawarkan,” kata pemerintah.

Meski vaksinasi bukanlah cara terampuh untuk mengakhiri pandemi, pemerintah Singapura meyakini hal itu akan jadi pendorong utama untuk membawa negeri tersebut kembali ke keadaan yang lebih aman.

Komite ahli juga merekomendasikan sekitar 5 persen dari stok vaksin yang tersedia disisihkan untuk kelompok orang tertentu yang bekerja di layanan esensial, seperti air dan utilitas.

Langkah itu diperlukan untuk memastikan bahwa negara dapat melakukan fungsinya secara efektif dalam menghadapi wabah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura Vaksin Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top