Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IGD dan ICU Penuh, Guru Besar UI Imbau Kepala Daerah Tak Adakan Acara Tahun Baru

Guru Besar UI mengimbau agar para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk kompak meniadakan acara malam tahaun baru dan memberlakukan jam malam pada tahun baru.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 27 Desember 2020  |  18:58 WIB
Ilustrasi Covid-19 - kemlu.go.id
Ilustrasi Covid-19 - kemlu.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dokter Ari F. Syam membagikan imbauan kemanusian di masa libur Natal dan Tahun Baru melalui media sosialnya.

Di Twitter resminya, dia mengimbau agar para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk kompak meniadakan acara malam tahaun baru dan memberlakukan jam malam pada tahun baru.

Hal ini harus dilakukan guna menekan jumlah penularan Covid-19 selama libur panjang kali ini.

"Saat ini di Jakarta pasien di IGD menumpuk. Sebagian besar pasien Covid menunggu ruang rawat inap. Ruang isolasi terbatas, tenda-tenda sudah dipasang di depan RS," ujar Dokter Ari, Minggu (27/12/2020).

Menurutnya, untuk RS Swasta ini kondisi tersulit.

Pasien umum takut berobat yang datang hanya pasien suspek atau sudah terkonfirmasi Covid-19.

Dia menegaskan polisi dan tentara harus turun menerapkan protokol kesehatan. Jam malam harus diterapkan, sambungnya.

"Saya angkat jempol terhadap kepala daerah yg menerapkan jam malam, salah satunya Bupati Bone," kata Dokter Ari.

Dia mengaku dikontak salah satu kenalan istrinya yang butuh ICU. Pasalnya, beberapa RS di Jakarta yang dihubungi ICU-nya masih penuh.

Tidak hanya itu, dia juga mengaku mendapat kabar duka bahwa seorang dokter di Serang meninggal karena Covid dan istrinya meninggal 1 minggu lalu juga karena Covid-19.

"Teman sejawat saya suaminya meninggal karena Covid-19 minggu lalu dan teman saya tersebut juga masih dalam perawatan karena Covid-19," ujar Dokter Ari.

Dia khawatir kalau kondisi di hulu tidak bisa dikendalikan akan banyak pasien yang meninggal di IGD karena tidak ada ruang ICU.

Dari total 41.963 spesimen yang diperiksa hari ini, Minggu (27/12/2020), didapatkan tambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 6.528 orang. Alhasil total kasus positif Covid-19 mencapai 713.365 orang.

Dari perbandingan kasus harian positif yaitu 6.528 dengan jumlah orang yang diperiksa yaitu 29.425, maka tercatat tingkat positif atau positivity rate harian pada Minggu (27/12/2020) adalah sebesar 22,1 persen.

Sementara itu, untuk positivity rate secara kumulatif dengan membandingkan total kasus positif sebanyak 713.365 dibanding 4.761.656 orang yang telah diperiksa, maka positivity rate sebesar 14,98 persen.

Lebih lanjut, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 tercatat bertambah 6.983 orang. Dengan demikian jumlah pasien yang sembuh mencapai 583.676 orang.

Di sisi lain, kasus kematian di Indonesia bertambah 243 orang sehingga total kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 21.237 orang.

Wisma Atlet Penuh

Jumlah pasien Covid-19 yang terus meningkat membuat ruang rawat inap di Wisma Atlet, Kemayoran, penuh.

Dari data terakhir, jumlah pasien Wisma Atlet terkonfirmasi Covid-19 bertambah 172 pasien pada Minggu (27/12/2020).

Dengan adanya penambahan 172 pasien, maka total pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap menjadi 3.361 orang.

Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan pasien rawat inap akibat terinfeksi Covid-19 berada di tower 4, 6 dan 7.

Dari ketiga tower tersebut dilaporkan jumlah pasien menyentuh 3.361 orang dengan 1.724 di antaranya pria dan 1.637 orang lainnya wanita. Laporan terbaru menyebut penambahan pasien Corona mencapai 172 orang.

Selain itu, pasien yang menjalani isolasi mandiri di tower 5 menyentuh 821 orang dengan 525 di antaranya pria dan sisanya 296 lainnya adalah wanita. Jumlah ini bertambah tiga orang dibandingkan dengan hari sebelumnya.

"Pasien Covid-19 yang terdaftar di Wisma Atlet sejak 24 Maret 2020 mencapai 37.737 orang," ujar Aris, Minggu (27/12/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah sakit guru besar Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top