Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Flu Burung Meningkat, Korea Selatan Perluas Disinfeksi Massal

Otoritas di Korea Selatan menggunakan 958 unit kendaraan dan drone untuk melakukan operasi desinfeksi di sekitar peternakan unggas.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  14:45 WIB
Kasus Flu Burung Meningkat, Korea Selatan Perluas Disinfeksi Massal
Ilustrasi - Flu burung - abcnews.go.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Selatan memperluas operasi desinfeksi di habitat utama burung liar dan peternakan unggas untuk mengatasi meningkatnya jumlah kasus flu burung yang sangat patogen.

"Karena masuknya burung migran ke negara itu, kontaminan dapat masuk ke peternakan lokal kapan saja," kata Kementerian Pertanian, Pangan dan Urusan Pedesaan dalam sebuah pernyataan mengutip The Korea Times pada Selasa (22/12/2020).

Lantaran menghadapi situasi yang gawat, kementerian tersebut juga menyatakan tidak akan ada toleransi sama sekali terhadap pelanggaran pedoman karantina.

Otoritas setempat menggunakan 958 unit kendaraan dan drone untuk melakukan operasi desinfeksi di sekitar peternakan unggas.

Kementerian pertanian juga menyarankan pertanian untuk menerapkan disinfektan di sekitar pertanian mereka dan membersihkan lantai setiap hari. Mereka juga diminta mengganti sepatu saat berpindah di antara gudang.

Negara tersebut sejauh ini telah melaporkan 18 kasus flu burung yang sangat patogen dari peternakan unggas, termasuk di sebuah taman pribadi, sejak akhir November. Tidak ada kasus yang dicurigai sedang diselidiki pada Senin pagi.

Sebuah peternakan ayam di Gumi, Provinsi Gyeongsang Utara, sedang didesinfeksi pada 16 Desember setelah patogen yang ditemukan dari sana dipastikan terkena flu burung.

Virus itu terutama menyebar dengan kecepatan lebih cepat di Provinsi Jeolla Selatan, yang menyebabkan enam infeksi. Empat berasal dari Provinsi Jeolla Utara.

Penyebaran virus sejauh ini telah menyebabkan pihak berwenang memusnahkan 6,1 juta unggas, termasuk 4 juta ayam dan 1,2 juta burung puyuh.

Berdasarkan hukum setempat, unggas dalam radius 3 kilometer dari peternakan yang terinfeksi kasus yang sangat patogen harus dimusnahkan.

Negara tersebut melaporkan kasus flu burung yang sangat patogen pertama tahun ini dari burung liar pada akhir Oktober. Sebanyak 30 kasus dikonfirmasi dari habitat burung liar di seluruh negeri.

Sementara itu, kementerian mengatakan kasus flu burung terbaru hanya berdampak terbatas pada pasar lokal untuk unggas dan telur.

"Harga telur baru-baru ini naik sekitar 7,3 persen dibandingkan dengan rata-rata tahunan," kata kementerian, seraya menunjukkan bahwa pengecer juga memiliki volume yang cukup untuk stok produk unggas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flu burung Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top