Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kepala BPKP Raih Gelar Doktor

Adapun disertasinya berjudul Konstruksi Dasar Penetapan dan Pemanfaaran Ukuran Kinerja Pemerintah Daerah Dalam Menciptakan Birokrasi Yang Berkinerja dan Akuntabel.
Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh
Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh meraih Promosi Doktor Ilmu Administrasi Negara di Universitas Indonesia.

Adapun disertasinya berjudul Konstruksi Dasar Penetapan dan Pemanfaaran Ukuran Kinerja Pemerintah Daerah Dalam Menciptakan Birokrasi Yang Berkinerja dan Akuntabel.

“Dalam konsep manajemen kinerja, proses penetapan ukuran kinerja merupakan aspek utama sebagai acuan keberhasilan bagi organisasi,” kata Ateh dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Administrasi Negara Universitas Indonesia, dikutip dari keterangan tertulisnya.

Sidang terbuka gelar doktoral Ateh dipimpin oleh Prof. Ari Kuncoro, SE., MA., Phd., didampingi oleh Tim promotor terdiri dari Prof. Dr Eko Prasojo, Mag.rer.publ (Promotor) dan Prof Dr. Martani Huseini, MBA (Ko-promotor). Ateh  berhasil dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (cumlaude) dan berhasil publikasi di Jurnal Internasional Public Performance and Management Review (terindex Q1 Scopus), dengan judul Intergovernmental Strategies Advancing Performance Management Use (2020).

Menurutnya, perbaikan tata kelola pemerintahan pasca reformasi difokuskan khususnya pada mekanisme pengelolaan anggaran negara. Salah satu asas yang menjadi dasar penyelenggaraannya adalah asas akuntabilitas atau pertangungjawaban penggunaan keuangan negara.

Ateh menjelaskan dalam desertasinya, ketidaktepatan dalam menentukan ukuran kinerja bukan hanya akan membuat organisasi menjadi salah dalam menentukan keberhasilan. Akan tetapi juga akan berdampak kepada sumber daya organisasi serta aspek manajerial organisasi akan dikelola dengan arah dan cara yang salah.

Akibatnya, organisasi menjadi tidak efektif dan efesien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper