Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepala BPKP Raih Gelar Doktor

Adapun disertasinya berjudul Konstruksi Dasar Penetapan dan Pemanfaaran Ukuran Kinerja Pemerintah Daerah Dalam Menciptakan Birokrasi Yang Berkinerja dan Akuntabel.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  19:38 WIB
Kepala BPKP Raih Gelar Doktor
Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh meraih Promosi Doktor Ilmu Administrasi Negara di Universitas Indonesia.

Adapun disertasinya berjudul Konstruksi Dasar Penetapan dan Pemanfaaran Ukuran Kinerja Pemerintah Daerah Dalam Menciptakan Birokrasi Yang Berkinerja dan Akuntabel.

“Dalam konsep manajemen kinerja, proses penetapan ukuran kinerja merupakan aspek utama sebagai acuan keberhasilan bagi organisasi,” kata Ateh dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Administrasi Negara Universitas Indonesia, dikutip dari keterangan tertulisnya.

Sidang terbuka gelar doktoral Ateh dipimpin oleh Prof. Ari Kuncoro, SE., MA., Phd., didampingi oleh Tim promotor terdiri dari Prof. Dr Eko Prasojo, Mag.rer.publ (Promotor) dan Prof Dr. Martani Huseini, MBA (Ko-promotor). Ateh  berhasil dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (cumlaude) dan berhasil publikasi di Jurnal Internasional Public Performance and Management Review (terindex Q1 Scopus), dengan judul Intergovernmental Strategies Advancing Performance Management Use (2020).

Menurutnya, perbaikan tata kelola pemerintahan pasca reformasi difokuskan khususnya pada mekanisme pengelolaan anggaran negara. Salah satu asas yang menjadi dasar penyelenggaraannya adalah asas akuntabilitas atau pertangungjawaban penggunaan keuangan negara.

Ateh menjelaskan dalam desertasinya, ketidaktepatan dalam menentukan ukuran kinerja bukan hanya akan membuat organisasi menjadi salah dalam menentukan keberhasilan. Akan tetapi juga akan berdampak kepada sumber daya organisasi serta aspek manajerial organisasi akan dikelola dengan arah dan cara yang salah.

Akibatnya, organisasi menjadi tidak efektif dan efesien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpkp doktor
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top