Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menang Banyak di Pilkada 2020, Ini Peta Politik Dinasti Atut di Banten

Adik, keponakan dan menantu mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah berhasil memenangkan perolehan suara pada Pilkada serentak 2020.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  16:28 WIB
Ratu Atut Chosiyah  - antara
Ratu Atut Chosiyah - antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kasus korupsi besar yang menimpa mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah nampakya tak membuat elektabilitas keluarganya yang maju dalam pencalonan kepala daerah Pilkada serentak 2020 menjadi tegerus.

Dinasti Ratu Atut hingga saat ini masih tetap berjaya dan berkuasa di Banten. Hal itu terbukti dari tiga kemenangan yang diraih oleh keluarga Atut pada Pilkada 2020 yaitu di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang.

Lantas, bagaimana sebenarnya peta kekuatan politik dinasti Ratu Atut di Banten? Berikut ini sepak terjang Ratu Atut dan sederet keluarganya yang terjun ke kancah politik yang dirangkum Bisnis:

1. Ratu Atut Chosiyah

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Banten, Ratu Atut sempat menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten pada 2002-2005 mendampingi Djoko Munandar.

Namun, Djoko Munandat dinonaktifkan sebagai gubernur karena terjerat kasus korupsi. Ratu Atut pun akhirnya menggantikan Djoko untuk menjabat sebagai Gubernur Banten sampai 2007. 

Pada Pilkada 2006, Atut kembali maju mencalonkan diri sebagai Gubernur Banten berpasangan dengan Mohammad Masduki dan diusung oleh Partai Golkar. Dia pun berhasil menang pada Pilkada tersebut.

Atut mencalonkan diri lagi sebagai calon Gubernur Banten pada Pilkada 2011. Saat itu, dia menggandeng aktor kawakan Rano Karno sebagai wakil Gubernur Banten. Atut akhirnya berhasil menang dan melenggang menjadi Gubernur Banten hingga dua periode.

Namun, saat masih aktif menjabat sebagai Gubernur Banten, Atut terjerat kasus korupsi. Dia akhirnya resmi dinonaktifkan sebagai Gubernur Banten pada 13 Mei 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ratu Atut saat ini masih menjalani hukuman akibat perbuatan korupsi. Namun, namanya masih sangat dikenal oleh masyakat, khususnya masyarakat Banten. 

Besarnya pengaruh Atut ini sebenarnya tidak terlepas dari peran ayahnya Tubagus Chasan Sochib, tokoh berpengaruh di Banten. Chasan Sochib semasa hidupnya dikenal sebagai pejuang dan pengusaha.

Chasan juga turut berpolitik dan bergabung dengan Partai Golkar. Chasan wafat pada 20 Mei 2011. Kiprah Chasan terjun ke politik ini tidak hanya diikuti oleh putrinya Ratu Atut Chosiyah saja, tetapi juga kerabat lainnya.

2. Hikmat Tomet

Hikmat merupakan suami Ratu Atut yang juga terjun ke dunia politik. Dia terpilih menjadi Anggota DPR RI mewakili dapil Banten II. Dia bertugas sebagai anggota DPR RI Komisi V periode 2009-2014. 

Hikmat Tomet lahir di Bandung, 5 Juni 1955 – meninggal di Jakarta, 9 November 2013 pada umur 58 tahun. Seperti halnya Atut, Hikmat juga merupakan seorang politikus Partai Golkar. 

Selain menjabat sebagai anggota DPR, Hikmat juga adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Banten untuk masa bakti 2009–2014. Dia terpilih sebagai Ketua DPD Partai secara aklamasi menggantikan ketua sebelumnya Mamat Rahayu Abdullah pada Musyawarah Daerah tahun 2009 yang lalu. 

Saat dia menjadi Ketua DPD Partai Golkar, beberapa pilkada di Banten dimenangkan oleh Golkar di antaranya di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan. 

Hikmat meninggal dunia pada 9 November 2013 karena penyakit stroke yang sudah lama dideritanya setelah dirawat selama satu bulan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta.

Dia dimakamkan keesokan harinya di Komplek Pemakaman Ratu, Kabupaten Serang, di dekat makam ayah dari Ratu Atut, Tubagus Chasan Sochib.

3. Anak dan Menantu Atut

Dua anak Atut yaitu Andika Hazrumy dan Andiara Aprilia Hikmat turut mengikuti jejak ibu dan almarhum ayahnya terjun ke dunia politik.

Andika Hazrumy, menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022. Sebelum menjadi Wagub Banten, Andika mengawali karier politiknya sebagai Anggota DPD RI pada 2009. 

Selanjutnya, dia terpilih menjadi Angggota DPR RI pada Pemilihan Umum Legislatif tahun 2014. Pada Oktober 2016, Andika memutuskan mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI untuk maju sebagai calon wakil gubernur Banten pada Pilkada 2017 mendampingi Wahidin Halim.

Istri Andika, Adde Rosi Khoerunnisa juga terjun ke politik sebagai anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar untuk periode 2019-2024. Sebelumnya Adde sempat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banten periode 2016-2019.

Tidak hanya Putra Sulung Atut yang terjun ke politik, putri keduanya Andiara Aprilia Hikmat juga diketahui menjabat sebagai Anggota DPD RI selama dua periode yaitu 2014-2019 dan 2019-2024. 

Suami Andiara juga merupakan seorang politikus dari Partai Golkar yaitu Tanto Warsono Abran. Tanto juga dikenal sebagai Wakil Bupati Pandeglang sejak 23 Maret 2016. Sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Pandeglang, Tanto sempat menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR Banten periode 2014-2016.

Pada Pilkada 2020, Tanto kembali maju sebagai calon wakil bupati Pandeglang berpasangan dengan Irna Narulita. Berdasarkan real count KPU, paslon Irna-Tanto unggul dengan perolehan suara 63.6 persen dari 97,73 persen suara yang masuk.

3. Airin Rachmi Diany

Adik ipar Ratu Atut Chosiyah, Airin Rachmi Diany yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Tangeran Selatan turut memperkuat pengaruh dinasti Ratu Atut di Banten.

Airin diketahui merupakan istri dari Tubagus Chaeri Wardana atau yang akrab disapa Wawan, adik kandung Ratu Atut Chosiyah. Wawan ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam OTT pada Oktober 2013. 

Kasus Wawan ini juga turut menyeret nama kakaknya Ratu Atut Chosiyah yang saat itu menjabat Gubernur Banten. Meski suaminya terjerat kasus korupsi, tapi berhasuk memenangkan dua kali pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan. 

Mantan kontestan Putri Indonesia 1996 ini pun menjabat sebagai Wali Kota Tangerang Selatan selama dua periode yaitu 2011-2016 dan 2016-2021. 

4. Ratu Tatu Chasanah

Adik kandung Ratu Atut, Ratu Tatu Chasanah juga menjabat sebagai kepala daerah di wilayah Banten. Ratu Tatu diketahui menjabat sebagai Bupati Serang sejak 17 Februari 2016. 

Sebelum menjabat sebagai Bupati Serang, dia sempat menjabat sebagai Wakil Bupati Serang mendampingi Bupati Taufik Nuriman. Adapun, pada 27 Desember 2013, Ratu Tatu memenangkan pemilihan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten menggantikan almarhum kakak iparnya Hikmat Tomet. 

Pada Pilkada 2020, Ratu Tatu kembali maju sebagai calon Bupati Serang berpasangan dengan Pandji Tirtayasa. Berdasarkan real count KPU, pasangan Ratu Tatu-Pandji unggul dengan perolehan suara mencapai 63,5 persen dari 96,31 persen suara yang masuk.

5. Saudara Tiri Ratu Atut

Tidak hanya saudara kandung Ratu Atut yang terjun ke politik, saudara tirinya pun turut aktif di dunia politik sebagai politikus Partai Golkar. Misalnya, Tubagus Haerul Jaman yang terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Partai Golkar pada Pemilu 2019. Sebelumnya Jaman juga sempat menjabat Wali Kota Serang selama dua periode.

Ratu Ria Maryana yang juga merupakan adik tiri Ratu Atut menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Serang. Ria juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kota Serang.

Selanjutnya ada Ratu Lilis. Dia merupakan mantan Ketua DPD Golkar Kota Serang. Lilis harus mendekam di penjara selama 8,5 tahun karena terjerat kasus korupsi proyek sodetan Dibinuangeun, Lebak dengan nilai proyek Rp19 miliar.

6. Pilar Saga Ichsan

Pilar Saga Ichsan menambah daftar panjang keluarga Ratu Atut yang memiliki kuasa di wilayah Banten. 

Pilar diketahui merupakan putra Ratu Tatu Chasanah dan keponakan Ratu Atut, serta Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Pilar maju sebagai calon wakil wali kota Tangsel berpasangan dengan Benyamin Davnie sebagai calon wali kota Tangsel. Paslon ini berhasil mengungguli perolehan suara dari dua paslon pesaing lainnya.

Kontestasi Pilkada di Tangsel ini menjadi perhatian publik karena wilayah tersebut dianggap sebagai pertarungan dari tiga dinasti yaitu dinasti Ratu Atut, dinasti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan dinasti Wapres Ma’ruf Amin.

Berdasarkan hasil hitung sementara atau real count sementara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), paslon Benyamin-Pilar meraup 40,6 persen suara dari 90,69 persen suara yang masuk.

Benyamin-Pilar berhasil mengalahkan perolehan suara dua paslon pesaing lainnya yang juga memiliki kedekatan dengan pejabat pemerintahan saat ini yaitu putri dari Wapres Ma’ruf Amin Siti Nurazizah yang berpasangan dengan Ruhamaben, serta pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati.

Rahayu Sarawati sendiri diketahui sebagai putri dari Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Dengan kesuksesan meraih kemenangan di tiga daerah pada Pilkada 2020, dapat dipastikan bahwa pengaruh dinasti Atut masih sangat kuat dan bercokol di Banten.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilkada Serentak ratu atut chosiyah Pilkada 2020
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top