Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Para Kader Militan di Balik Kemenangan Anak Jokowi di Pilkada Solo 2020

Suara kader PDIP Solo penuh untuk pasangan cawali-cawawali nomor urut 01, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa pada pemungutan suara, Rabu (9/12/2020).
Kurniawan
Kurniawan - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  05:44 WIB
Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka menggelar jumpa pers terkait hasil hitung cepat internal partai di kantor DPC PDI Perjuangan, Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020). - Antara
Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka menggelar jumpa pers terkait hasil hitung cepat internal partai di kantor DPC PDI Perjuangan, Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020). - Antara

Bisnis.com, SOLO - Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo memastikan 100 persen suara PDIP bulat untuk Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020.

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengomentari hasil hitung cepat Pilkada Solo 2020 di mana Gibran-Teguh unggul dari lawannya, Bagyo Wahyono-FX Supardjo.

Rudy, sapaan akrabnya, menegaskan suara kader PDIP Solo penuh untuk pasangan cawali-cawawali nomor urut 01, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa pada pemungutan suara, Rabu (9/12/2020).

Proporsi suara kader PDIP untuk pasangan Gibran-Teguh, menurut Rudy, mencapai 62 persen dari total perolehan suara sementara pasangan tersebut. Angka ini sama dengan basis suara PDIP Kota Solo.

Pernyataan mengenai hasil sementara Pilkada Solo 2020 itu disampaikan Rudy saat wawancara dengan wartawan di DPC PDIP Solo, Rabu (10/12/2020) sore.

Ia menyatakan, 100 persen suara kader PDIP Solo yang tersalurkan untuk Gibran-Teguh merupakan hasil kerja keras semua kader. Mengenai kontribusi parpol-parpol lain pendukung Gibran-Teguh, Rudy tak mau mengomentari.

“Kalau PDIP penuh 62 persen, ndak ada yang bocor. Itu kerja keras dari Guralih, kader juang, dan semua struktur partai. Semua bergerak. Setiap saat kami tidak pernah berhenti berkonsolidasi, bahkan hingga H-1 [pencoblosan],” terang Rudy.

Ihwal target 92 persen perolehan suara pada Pilkada Solo 2020 yang ditetapkan Tim Pemenangan Gibran-Teguh, menurutnya, hal itu mendasarkan kalkulasi basis suara PDIP dan parpol pendukung.

Tim mematok PDIP berkontribusi 62 persen suara, 30 persen lainnya dari tiga parpol.

“Hitung-hitungan matematika PDIP 62 persen, Gerindra 10 persen, Golkar 10 persen, dan PAN 10 persen. Logikanya bisa 92 persen. Tapi saya juga ndak ingin dianu lah. Yang jelas kami tak ada waktu untuk berhenti konsolidasi,” urainya.

Rudy menerangkan dalam pergerakan politik Pilkada 2020 PDIP menggunakan kader Guralih, kader juang, dan kader lainnya. Ada 23 kader militan pada setiap tempat pemungutan suara (TPS) yang sudah teruji lewat empat kali pemilu.

“Setiap TPS ada 23 kader itu menurut saya sudah cukup. Mereka kader militan semua soalnya. Mau datang, jaga jarak, itu harus kita acungi jempol kepada petugas partai yang ditugaskan di TPS. Ini kemenangan bersama,” tegasnya.

Ditanya apakah sudah ada ucapan selamat dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, atas keunggulan Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020, Rudy menyatakan hal itu tidak perlu.

Sebagai kader yang ditugasi untuk memenangi pilkada, sudah seharusnya melaksanakannya.

“Wis wajibe kon menangke. Ora perlu dikei ucapan selamat,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip Pilkada Serentak Pilkada 2020

Sumber : Solopos

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top