Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembantaian di Palu, 4 Orang Tewas dan Tempat Ibadah Dibakar, Pihak Gereja Minta Perlindungan

Pihak Gereja Bala Keselamatan meminta perlindungan kepada pemerintah dan polisi bagi umat Kristen yang berada di Sigi, Sulawesi Selatan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 28 November 2020  |  23:04 WIB
Pos pelayanan Gereja Bala Keselamatan Lewonu, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dibakar oleh oknum tak dikenal. - istimewa
Pos pelayanan Gereja Bala Keselamatan Lewonu, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dibakar oleh oknum tak dikenal. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi kriminalitas terhadap kaum minoritas, umat Kristen kembali terjadi. Sebanyak 4 orang jemaat Gereja Bala Keselamatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tewas mengenaskan dan pos pelayanan gereja juga dibakar.

Pimpinan Bala Keselamatan Kantor Pusat Bandung Kolonel Yusak Tampai merasakan duka yang mendalam saat jemaatnya harus menghembuskan nafas terakhir. Dia juga mengecam aksi pembakaran pos pelayanan Gereja Bala Keselamatan.

Adapun pos pelayanan Gereja Bala Keselamatan dipakai umat Kristen untuk beribadah setiap minggu, karena jarak rumah penduduk yang cukup jauh ke gereja. Jarak pos pelayanan gereja dari Gereja Bala Keselamatan Sigi sekitar 7 km.

Tampak juga pos pelayanan Gereja Bala Keselamatan yang sering dipakai oleh umat Kristen di Lewonu, Kabupaten Sigi ambruk. Atap yang terbuat dari seng menjadi rata dengan tanah, serta pohon-pohon di sekitar bangunan tersebut ikut menguning dan layu akibat api.

Yusak mengharapkan kepada pemerintah dan kepolisian selalu memberikan perlindungan kepada kaum minoritas di Indonesia. Dia meminta agar pemerintah dan polisi bisa mengungkap pelaku yang melakukan serangan brutal hingga menghilangkan nyawa manusia.

“Ini merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan kami mengecamnya dengan keras. Kami juga mengharapkan pemerintah dan kepolisian Kabupaten Sigi-Sulawesi Tengah dapat segera mengungkap pelaku serangan brutal ini, memberi tindakan yang sesuai dan mengusut serta membasmi jaringan-jaringan kejahatan ini,” tulisnya dalam keterangan resmi, Sabtu (28/11/2020).

Dia menambahkan bahwa seluruh jemaat merasakan duka yang mendalam terhadap peristiwa pembunuhan 4 orang jemaat di Gereja Bala Keselamatan.

Adapun aksi pembakaran tempat ibadah menjadi bukti bahwa aksi kekerasan sering sekali dialami oleh kelompok minoritas di Indonesia. Yusak menuturkan bahwa segala tindakan kekerasan, dengan alasan dan cara apapun, merupakan tindakan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia.

“Kami juga meminta dengan sangat kepada pemerintah dan Kepolisian untuk terus meningkatkan langkah antisipatif terhadap gerakan kejahatan dan sadis yang masih ada sampai saat ini, agar peristiwa yang terjadi di Lewonu, Lembantongoa tidak terulang kembali di kemudian hari,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, maka dia juga mengajak lembaga gereja dan lembaga keagamaan lainnya beserta seluruh masyarakat untuk selalu siaga, serta membangun jejaring keamanan dan koordinasi antar lembaga agar dapat bersama-sama mencegah aksi-aksi kejahatan serupa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gereja kristen sulawesi selatan palu kabupaten sigi
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top