Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Fakta Koopssus TNI, Pasukan Elite 'Senilai' Rp1,5 Triliun

Koopssus TNI menjadi salah satu pokok pembicaraan hangat lantaran disebut 'mendatangi' Petamburan, Jakarta Pusat, yang dikenal sebagai lokasi markas FPI.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 24 November 2020  |  05:30 WIB
Sejumlah prajurit dari Komando Operasi Khusus TNI tengah melakukan Latihan Penanggulangan Terorisme Tahun 2020 di PT Indonesia Power Provinsi Banten, Selasa (11/8/2020)/Antara - HO/Puspen TNI
Sejumlah prajurit dari Komando Operasi Khusus TNI tengah melakukan Latihan Penanggulangan Terorisme Tahun 2020 di PT Indonesia Power Provinsi Banten, Selasa (11/8/2020)/Antara - HO/Puspen TNI

Bisnis.com, JAKARTA - Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia (Koopssus TNI) menjadi salah satu topik pembicaraan yang hangat di kalangan masyarakat belakangan ini.

Di samping langkah TNI untuk menurunkan baliho dan spanduk bergambar Rizieq Shihab, Koopssus TNI menjadi perbincangan publik setelah rangkaian kendaraan pasukan elite itu muncul di Petamburan, Jakarta Pusat, yang dikenal sebagai lokasi markas Front Pembela Islam (FPI).

Peristiwa yang terjadi pekan lalu, Kamis (19/11/2020), itu pun cukup ramai dibahas pengguna media sosial Twitter dan dikaitkan dengan FPI yang sebelumnya cukup aktif menyelenggarakan acara yang memicu kerumunan, termasuk penyambutan Muhammad Rizieq Shihab, pemimpin ormas tersebut. Padahal pemerintah tengah berupaya menghindarkan kerumunan guna menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Kabar soal kehadiran kendaraan Koopssus TNI di markas FPI itu dikonfirmasikan penasihat Hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar. Namun, dia tidak menjelaskan lebih detail berapa banyak Koopssus yang tengah mengepung Markas FPI juga tujuannya datang ke Jalan Petamburan. "Benar, ada Koopssus TNI dibawah Presiden ke Petamburan," tutur Aziz saat dikonfirmasi Bisnis, Kamis (19/11/2020) malam.

Namun, Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Aidil memberikan penjelasan soal kehadiran itu. Kepada Bisnis, Aidil menyebutkan kejadian itu bukan hal luar biasa.

"Keberadaan rangkaian mobil TNI di Pertamburan adalah sesuatu yang biasa saja seperti kendaraan lainnya," ujar Aidil, Kamis (19/11/2020) malam.

Aidil menambahkan, dalam kendaraan tersebut tidak ada pasukan atau personel kecuali pengemudi. "Rangkaian mobil itu hanya melintas seperti di jalan-jalan lainnya. Tidak ada yang luar biasa. Jalan raya adalah jalan umum yang bisa dilewati siapa saja termasuk kendaraan TNI," ujarnya.

Peristiwa itu pun menuai komentar beragam dari masyarakat, termasuk dari sejumlah tokoh. Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyebutkan bahwa Koopssus TNI berada langsung di bawah perintah Panglima TNI dan penugasannya hanya atas perintah Presiden.

“Jadi kalau misalnya ada yang berani menggerakkan pasukan itu [Koopssus] tanpa perintah presiden berarti sudah melakukan yang namanya pembangkangan,” katanya dikutip dari YouTube Refly Harun Uncut, Senin (23/11/2020).

Terpisah, Mantan Panglima Kodam Jayakarta Tahun 1996 Sutiyoso meminta pemerintah untuk mengambil tindakan yang terukur terkait penanganan FPI. Pasalnya, jelas dia, pemerintah turut mengerahkan pasukan serta kendaraan taktis Koopssus TNI.

“TNI tiba-tiba turun apalagi sampai mengerahkan pasukan khusus Koopssus. Itu barang-barang mahal itu hanya ditugaskan pada sebuah sasaran yang niscaya tidak bisa dilakukan oleh satuan lain,” kata Sutiyoso seperti dikutop dari kanal Youtube tvOneNews pada video berjudul 'Soal Situasi DKI, Sutiyoso: Pangdam Jaya Harus Bertindak Secara Terukur', Minggu (22/11/2020).

Lantas, apa dan bagaimana sebenarnya sejarah pendirian dan tugas dari pasukan Koopssus TNI ini? Berikut 5 Fakta tentang Koopssus TNI:

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni moeldoko fpi habib rizieq Hadi Tjahjanto
Editor : Oktaviano DB Hana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top