Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setahun Lebih Cepat, Indonesia Jadi Tuan Rumah KTT G20 pada 2022

Indonesia mendapat jatah rumah KTT G20 setahun lebih cepat karena pada 2023 juga akan menjamu negara-negara Asia Tenggara dalam KTT Asean.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 22 November 2020  |  22:35 WIB
Menlu Retno Marsudi - Kemlu
Menlu Retno Marsudi - Kemlu

Bisnis.com, JAKARTA  Indonesia mempercepat jatah presidensi Konferensi Tingkat Tinggi G20 atau Grup of Twenty, 20 negara yang mewakili 90 persen produk domestik bruto (PDB) di dunia. Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT G20 pada 2022 mendatang, setahun lebih cepat dari jadwal.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa hal itu karena pada 2023 Indonesia juga akan menjadi tuan rumah KTT Asean. “Maka indonesia telah melakukan pembahasan mengenai waktu keketuaan G20 ini dengan india,” katanya usai mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri sesi kedua KTT G20 secara virtual, Minggu (22/11/2020).

Menlu melanjutkan bahwa India memiliki usulan yang sama. Dia meminta memegang presidensi KTT G20 pada 2023. Oleh karena itu kedua negara sepakat bertukar periode.

Seperti diketahui G-20 merupakan forum bersama untuk mempromosikan kerja sama demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.

Negara-negara anggota G-20 meliputi AS, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Italia, Kanada, Argentina, Australia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Brasil. Selanjutnya Tiongkok, India, Indonesia, Republik Korea, Meksiko, Federasi Rusia, Turki, dan Uni Eropa.

Pada tahun ini, presidensi G-20 dipegang Arab Saudi setelah sebelumnya Jepang. Setelah masa presiden Arab Saudi, masih tersisa 5 negara yang belum mendapatkan giliran putaran pertama.

Adapun ini merupakan kali kedua Indonesia bertukar periode presedensi KTT G20. Sebagaimana kesepatakan Osaka Leaders' Declaration, presidensi setelah Arab Saudi berturut-turut ialah Italia pada 2021 dan India pada 2022.

Setelahnya, Brasil dan Indonesia, yang masing-masing akan memperoleh giliran presidensi pada 2023 dan 2024. Afsel akan menutup putaran pertama presidensi G-20 pada 2025.

Namun, mengingat 2024 merupakan tahun sangat sibuk bagi Indonesia karena akan menyelenggarakan pilpres dan pilkada secara serentak dan rencana memindahkan ibu kota negara, maka Indonesia bertukar tempat dengan Brasil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi g20 retno l.p. marsudi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top