Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin Virus Corona, Vaksin Moderna Siap Diproduksi

Lonza Group AG membuat batch kormersial pertamanya dari bahan utama sebagai kandidat vaksin Covid-19 Moderna Inc. di Amerika Serikat.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 19 November 2020  |  19:59 WIB
Sel virus corona
Sel virus corona

Bisnis.com, JAKARTA - Lonza Group AG membuat batch kormersial pertamanya dari bahan utama sebagai kandidat vaksin Covid-19 Moderna Inc. di Amerika Serikat.

Chairman Albert Baehny mengatakan perusahaan sedang menyempurnakan jalur produksi. Dimana, proses tersebut dimungkinkan akan berlanjut hingga tahun depan.

“Kami memiliki akses ke bahan mentah; kami memiliki akses ke orang-orang, ”kata Baehny seperti dikutip Bloomberg Kamis (19/11/2020).

Upaya Lonza adalah kunci untuk memastikan kelancaran peluncuran vaksin Moderna, jika suntikan itu terbukti aman dan juga efektif.

Berbeda dengan raksasa farmasi Pfizer Inc., pesaing terdekatnya di AS, bioteknologi tidak memiliki produk yang dipasarkan dan tidak pernah harus membangun saluran distribusi untuk obat.

Sebagian besar produksi zat obat untuk vaksin Moderna dijalankan melalui Lonza, sebuah perusahaan Swiss dengan sejarah panjang bermitra dengan produsen obat besar.

Lonza sedang membangun kapasitas untuk 400 juta dosis setahun - 300 juta dari tiga jalur produksi di Visp, Swiss, dan 100 juta di New Hampshire. Moderna sendiri memiliki satu lini produksi dengan kapasitas 100 juta dosis dalam setahun.

Moderna mengatakan akan dapat mengirimkan 20 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini, cukup untuk menginokulasi 10 juta orang. AS akan mendapatkan pada gelombang pertama.

Vaksin Moderna adalah obat jenis baru, seperti yang dari Pfizer dan mitranya, BioNTech SE. Berdasarkan messenger RNA, ini pada dasarnya mengubah sel-sel tubuh menjadi mesin pembuat vaksin kecil.

"Teknologi baru itu membuat Lonza harus membuat jalur produksinya dari awal," kata Baehny.

Adapun perusahaan Swiss memiliki kesepakatan kolaborasi eksklusif selama 10 tahun untuk menghasilkan produk mRNA untuk Moderna.
Baehny menolak berkomentar apakah Moderna dan Lonza sedang dalam pembicaraan tentang penambahan lini produksi. "Lonza akan memiliki ruang, terutama di Swiss, untuk mengakomodasi manufaktur tambahan", katanya.

Saham Lonza sedikit berubah dalam perdagangan Swiss pada hari Kamis. Mereka telah melonjak 64 persen pada tahun 2020, ditutup pada rekor awal bulan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top