Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Jengkel dan Beri Peringatan ke Jajarannya, Soal Apa?

Jokowi kembali menyampaikan teguran terkait kinerja para jajarannya yang dinilai belum optimal.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 18 November 2020  |  14:19 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020  -  Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020 - Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Jokowi (Jokowi) kembali menegur para pembantunya yang masih bekerja dengan cara lama sehingga penyerapan anggaran bergerak lambat.

“Bahkan dalam situasi krisis seperti ini dan kondisi yang darurat ini masih bekerja dalam chanel yang ordinary, biasa-biasa saja, normal-normal saja. Belum berganti ke chanel yang extraordinary, belum mengubah SOP-nya dari normal ke SOP yang shortcut yang penuh dengan terobosan,” kata Jokowi saat membuka Rakornas Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, percepatan penyerapan anggaran belanja negara menjadi sangat penting di masa krisis ini karena masih menjadi andalan dalam mendongkrak perekonomian.

“Alarm peringatan perlu diberikan karena banyak kementerian banyak lembaga banyak pemda yang masih bekerja dengan cara-cara lama, rutinitas,” imbuhnya.

Adapun, data Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menunjukkan bahwa dari total anggaran belanja pengadaan Rp1.027,1 triliun, sebesar Rp289,34 triliun menjadi pagu e-tendering.

Dari jumlah tersebut, Rp228,76 triliun telah selesai tender dan sisanya Rp60,58 triliun masih dalam proses. Kemudian, dari Rp60,58 triliun tersebut, anggaran sebesar Rp48,80 triliun adalah proyek konstruksi.

“Akibatnya yang tadi itu saya sampaikan realisasi belanja yang sudah dianggarkan baik di APBN baik di APBD menjadi terlambat. November masih Rp40triliun dan itu adalah konstruksi. Trus nanti kalo misalnya itu selesai jadi barangnya kayak apa? Kalau bangunan ya ambruk kalau jembatan ya ambruk hanya berapa bulan,” ujar Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi belanja negara Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top