Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prospek 2021, Morgan Stanley Imbau Investor Timbun Saham dan Obligasi Korporasi

Dalam prospek tahun 2021, tim Morgan Stanley termasuk ahli strategi perusahaan Andrew Sheets merekomendasikan investor untuk menimbun ekuitas dan obligasi perusahaan dibandingkan uang tunai dan surat utang pemerintah, dan menyarankan menjual dolar AS.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 16 November 2020  |  15:03 WIB
Indeks S&P 500 tergelincir dari level tertingginya dalam 7 pekan. / Reuters
Indeks S&P 500 tergelincir dari level tertingginya dalam 7 pekan. / Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Morgan Stanley mengatakan pemulihan ekonomi 'berbentuk V' akan bergantung kepada kejelasan tentang vaksin Covid-19 dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan menawarkan lingkungan yang menguntungkan untuk saham dan kredit tahun depan.

Dalam prospek tahun 2021, tim Morgan Stanley termasuk ahli strategi perusahaan Andrew Sheets merekomendasikan investor untuk menimbun ekuitas dan obligasi perusahaan dibandingkan uang tunai dan surat utang pemerintah, dan menyarankan menjual dolar AS.

JP Morgan melihat volatilitas akan menurun, dan investor harus 'sabar' di pasar komoditas

"Pemulihan global ini berkelanjutan, sinkron dan didukung oleh kebijakan, mengikuti banyak pedoman pasca-resesi 'normal'," tulis tim Morgan Stanley tersebut

“Jaga iman, percayalah pada pemulihan,” tambah Morgan Stanley.

Indeks saham global mengarah menuju rekor baru pada hari ini, Senin (16/11/2020), di tengah optimisme bahwa peluncuran vaksin yang diharapkan dan stimulus fiskal AS tambahan akan meningkatkan ekonomi dunia.

Namun, kaum skeptis berpendapat bahwa prospek jangka pendek cukup menantang karena negara-negara melakukan penguncian untuk melawan kebangkitan kembali kasus virus Corona dan anggota parlemen masih mengenai jumlah insentif bantuan AS.

Morgan Stanley bergabung dengan JPMorgan Chase & Co. dan Goldman Sachs Group Inc. dalam menggambarkan prospek positif untuk ekuitas.

Ahli strategi JPMorgan Marko Kolanovic mengatakan hasil pemilu AS menciptakan kasus bullish bagi pasar, sementara David Kostin dari Goldman Sachs mengharapkan masyarakat untuk kembali normal secara bertahap tahun depan.

Tim Morgan Stanley tidak mengharapkan jalan mulus dan mencatat bahwa tantangan signifikan tetap ada. Risiko termasuk gelombang musim dingin Covid-19 yang lebih buruk dari perkiraan, dan kembalinya penghematan dalam jangka panjang, menurut catatan itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham Obligasi morgan stanley pemulihan ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top