Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Thai Airways Bangkrut, Jual 34 Pesawatnya

Penjualan pesawat tersebut sebagai bagian dari upaya restrukturisasi utang senilai US$11,4 miliar atau 350 miliar baht.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 06 November 2020  |  15:27 WIB
Thai Airways. - Istimewa
Thai Airways. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Maskapai Thailand Thai Airways International Pcl. sedang menjadi calon pembeli 34 armadanya, yang terdiri dari pesawat Boeing dan Airbus.

Penjualan pesawat tersebut sebagai bagian dari upaya restrukturisasi utang senilai US$11,4 miliar atau 350 miliar baht.

Dilansir Bloomberg, Jumat (6/11/2020), Thai Airways menyatakan calon pembeli yang berminat memiliki waktu hingga 13 November 2020 untuk mengajukan penawaran mereka dan penjualan akan dilakukan di bawah rencana reorganisasi bisnis yang disetujui oleh pengadilan pada September lalu.

Thai Airways seperti diketahui dalam proses restrukturisasi setelah pandemi Covid-19 memukul industri penerbangan global.

Maskapai penerbangan murah Nok Airlines Pcl, yang 13 persen sahamnya digenggam oleh Thai Airways, juga telah mendapatkan persetujuan untuk memproses restrukturisasi pada minggu ini setelah bisnisnya terpuruk akibat penurunan penerbangan dan jumlah penumpang.

Adapun, penjualan pesawat menjadi bagian dari reorganisasi bisnis Thai Airways, di mana maskapai ini perlu mengurangi jumlah armada agar sesuai dengan rute dan memenuhi efisiensi yang diperlukan dalam menekan beban biaya.

"Penjualan pesawat ini akan membutuhkan persetujuan dari pihak terkait dan pengadilan," kata Manajemen Thai Airways.

Berikut daftar pesawat Thai Airways yang dijual:

Jenis Pesawat JumlahTahun Pembuatan
A300-60011993
A340-50032005-2007
A340-60062005-2008
B737-40021992-1993
B747-400101993-2003
B777-20061996-1998
B777-30061998-2000

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat maskapai penerbangan thai airways international maskapai penerbangan bangkrut

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top