Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Risiko Pemilu AS Bayangi Pasar Negara Berkembang

Investor telah memposisikan diri untuk keberhasilan Partai Demokrat di Gedung Putih dan Kongres yang akan memungkinkan lolosnya stimulus fiskal yang signifikan, mengangkat mata uang negara berkembang ke kenaikan bulan kelima pada Oktober, rekor terbaik sejak 2017.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 02 November 2020  |  10:50 WIB
 Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\n
Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Jelang Pemilihan Presiden Amerika Serikat besok, saham di pasar negara berkembang, mata uang, dan obligasi lokal berkinerja terburuk pekan lalu dalam lebih dari satu bulan terakhir.

Faktor pendorongnya yakni selain kekhawatiran akan ketidakjelasan hasil pemungutan suara, juga lonjakan kasus virus Corona di Eropa yang menyebabkan pemberlakuan kembali lockdown besar-besaran.

Investor telah memposisikan diri untuk keberhasilan Partai Demokrat di Gedung Putih dan Kongres yang akan memungkinkan lolosnya stimulus fiskal yang signifikan, mengangkat mata uang negara berkembang ke kenaikan bulan kelima pada Oktober, rekor terbaik sejak 2017.

"Saat tingkat kegelisahan umum meningkat, prospek pemilihan yang diperebutkan itu nyata. Hasil yang jauh dari risiko dan yang terpenting, bagaimana melindungi nilai terhadap prospek ini, menjadi prioritas utama investor pasar berkembang,” kata Ehsan Khoman, kepala penelitian Timur Tengah di MUFG Bank di Dubai, dilansir Bloomberg, Senin (2/11/2020).

Aksi jual pekan lalu di saham teknologi dan penerapan kembali lockdown terkait virus Corona di seluruh Eropa juga menambah kehati-hatian investor. Volatilitas saham pasar berkembang pekan lalu yang mencapai level tertinggi sejak Juni juga menggarisbawahi kecemasan tersebut.

"Pemilu AS jelas merupakan risiko peristiwa besar, tetapi terlepas dari hasilnya, keran fiskal global terbuka lebar dan [keberhasilan pengembangan] vaksin tidak jauh,” kata Nader Naeimi, kepala pasar dinamis di AMP Capital Investors Ltd. di Sydney.

Dia melanjutkan, kelemahan lebih lanjut pada saham pasar berkembang mungkin terjadi, tetapi itu akan menjadi peluang sekali dalam satu generasi untuk masuk ke pasar dan sektor yang telah tertinggal.

Keputusan Federal Reserve pekan ini juga akan menjadi perhatian investor. Federal Reserve secara luas diperkirakan akan menahan langkah-langkah stimulus tambahan di tengah-tengah pemilihan. Di sisi lain, bank sentral di Malaysia, Polandia dan Republik Ceko juga akan memutuskan kebijakan.

Volatilitas harga minyak mungkin juga memberikan beberapa lonjakan. Produksi minyak Libya meningkat pesat menuju 1 juta barel, mendorong minyak mentah merosot lebih dari 4 persen di Asia karena permintaan masih di tengah pandemi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

negara berkembang Pilpres as 2020
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top