Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menko Luhut Pastikan Kawasan Food Estate Tidak Gusur Hutan Lindung

Menko Luhut menilai pengembangan lumbung pangan harus saat pandemi Corona untuk mencegah krisis pangan di masa mendatang.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  12:19 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Pandjaitan dan Presiden RI Jokowi sedang berdiskusi. - Instagram
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Pandjaitan dan Presiden RI Jokowi sedang berdiskusi. - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Pandjaitan memastikan program Food Estate atau lumbung pangan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara tidak melewati batas hutan lindung atau area konservasi lainnya.

“Pemilihan kawasan Food Estate di sana, Saya pastikan tidak melewati batas hutan lindung atau area konservasi lainnya karena sudah melalui serangkaian kajian lingkungan dan proses peralihan fungsi kawasan hutan,” ujarnya seperti dikutip dari unggahan di akun Instagram @luhut.pandjaitan, Jumat (30/10/2020).

Lebih lanjut, Menko menilai upaya pengembangan lumbung pangan tersebut harus dilakukan karena pandemi Covid-19 berpotensi menimbulkan krisis pangan di masa mendatang atau sesuai dengan imbauan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

Adapun, kawasan food estate di Sumatera Utara ditanami tiga komoditas yakni kentang, bawang merah, dan bawang putih.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi tiga komoditas tersebut mulai menghasilkan sekitar dua bulan.

“Insya Allah, nanti ini sudah dimulai, dan kita lihat hasilnya kira-kira nanti dua bulan sampai 2,5 bulan,” katanya saat meninjau lokasi Food Estate beberapa waktu lalu.

Sedangkan di Kalimantan Tengah komoditas yang diandalkan adalah padi, selain jeruk, kelapa, bawang merah, dan ikan hasil budidaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan krisis pangan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top