Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenaikan Tarif Cukai, Pemerintah Diminta Libatkan Stakeholder

Kalangan industri hasil tembakau meyakini wajah sektor itu akan babak belur pada 2021. Hal ini dinilai dapat terjadi jika Pemerintah menaikan cukai dan harga jual eceran (HJE) sebagaimana yang terjadi tahun ini dengan masing masing sebesar 23 dan 35 persen.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  18:24 WIB
Petani memotong daun muda tembakau di Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/7). - ANTARA/Aditya Pradana Putra
Petani memotong daun muda tembakau di Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/7). - ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan industri hasil tembakau meyakini wajah sektor itu akan babak belur pada 2021.

Hal ini dinilai dapat terjadi jika pemerintah menaikan cukai dan harga jual eceran (HJE) sebagaimana yang terjadi tahun ini dengan masing masing sebesar 23 dan 35 persen.

“Tahun ini kesejahteraan petani tembakau sudah hancur akibat harga jual tembakau yang rendah. Harga jual tembakau rendah karena pemerintah mengeluarkan kebijakan kenaikan cukai dan harga jual eceran yang sangat tinggi pada 2019 yang berlaku mulai April 2020,” ujar Ketua umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Agus Parmuji dalam pernyatan tertulis, yang diterima Bisnis, Kamis (29/10/2020).

Akibat kebijakan itu, lanjutnya, harga rokok juga tinggi di tengah daya beli masyarakat yang sedang menurun karena adanya wabah Covid-19 yang diikuti dengan produksi dan penjualan rokok rokok yang tergelincir.

Jika benar akan ada kenaikan harga cukai, kehidupan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat industri hasil tembakau di Tanah Air akan makin parah,” tambahnya.  

Lebih lanjut, Agus menjelaskan akibat kebijakan kenaikan cukai yang tinggi saat ini para petani tembakau mengalami kesulitan melanjutkan mata pencaharian di bidang perkebunan tembakau. Apalagi di masa pandemi Covid-19, petani tembakau perlu bertahan hidup dari himpitan ekonomi akibat Covid 19. Kondisi ini seharusnya menjadi kajian dan perhatian pemerintah sebelum mengeluarkan kebijakan.

Menurutnya, seharusnya pemerintah mengelar dialog dengan mengundang semua pemangku kepentingan industri ini. Akan tetapi, sebagai salah satu stakeholder, pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam wacana kenaikan cukai rokok ini.

Kalau penyerapan industri tembakau melemah apa pemerintah mau beli hasil tembakau kami. Jangan hanya buat kebijakan tapi tidak ada solusi bagi permasalahan ekonomi masyarakat petani dan buruh industri hasil tembakau,” tegas Agus Pamudji.





 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cukai Rokok Petani Tembakau
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top