Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Majalah Charlie Hebdo Unggah Karikatur Erdogan Cabul, Lihat Sendiri Gambarnya!

Karikatur Presiden Turki tersebut diunggah pada Selasa malam melalui akun Twitter @Charlie_Hebdo_. Presiden Erdogan digambarkan sedang duduk di kursi hanya dengan menggunakan kaus dan celana dalam, dan memegang kaleng minuman, serta mengangkat gaun seorang wanita berjilbab.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  14:50 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan - Reuters
Presiden Turki Tayyip Erdogan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Majalah satir Prancis Charlie Hebdo menerbitkan sampul majalah terbaru dengan memperlihatkan karikatur Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berperilaku cabul kepada seorang wanita.

Keretakan hubungan antara Prancis dengan negara-negara Islam semakin berkembang setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Islam berada “dalam krisis”.

Karikatur Presiden Turki tersebut diunggah pada Selasa malam melalui akun Twitter @Charlie_Hebdo_. Presiden Erdogan digambarkan sedang duduk di kursi hanya dengan menggunakan kaus dan celana dalam, dan memegang kaleng minuman, serta mengangkat gaun seorang wanita berjilbab.

“Ooh, nabi!” tulis Charlie Hebdo dalam sampul majalah itu dengan menambahkan kalimat “Erdogan-dia sangat menyenangkan secara pribadi.”

Unggahan tersebut langsung direspons oleh warganet. Hingga berita ini diturunkan, Cuitan yang berisi karikatur Erdogan cabul di-retweet lebih dari 10.000 kali dan mendapat 17.500 likes.

Penerbitan sampul majalah tersebut kemudian membuat Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun melalui akun Twitter-nya @fahrettinaltun, secara tegas mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya untuk menyebarluaskan kebencian.

“Charlie Hebdo baru saja menerbitkan serangkaian yang disebut kartun penuh dengan gambar tercela yang konon adalah Presiden kita. Kami mengutuk upaya paling menjijikkan dari publikasi ini untuk menyebarkan rasisme dan kebencian budaya,” kata Fahrettin Altun, seperti dikutip Bisnis, Rabu (28/10/2020).

Fahrettin juga menyebut bahwa kartun tersebut merupakan produk dari lingkungan budaya xenophobia, Islamophobia, dan intoleran seperti yang diinginkan oleh pemimpin Prancis untuk negaranya.

Unggahan karikatur Erdogan di Charlie Hebdo kemudian mendapatkan banyak kritikan dari warganet.

“Ini bukanlah kebebasan, bukan kebebasan berpikir atau apapun. Ini adalah ketidakjujuran,” tulis akun @medyaadami.

“Saya menentang Erogan tapi, ini sungguh tidak lucu. Itu provokatif dan sangat tidak sopan. Anda dapat membuat karikatur yang jauh lebih baik dan sangat lucu dari ini!” tulis akun @salihscorpio.

Sebelumnya, majalah yang sering memuat gambar kontroversial itu menerbitkan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW. Kartun tersebut dipertontonkan oleh guru Bahasa Prancis Samuel Paty kepada murid-muridnya, yang pada akhirnya guru tersebut terbunuh pada 16 Oktober lalu di dekat sekolahnya.

Setelah itu, Presiden Erdogan mengkritik Presiden Macron. Erdogan mengatakan pemimpin Prancis itu membutuhkan pemeriksaan kesehatan mental atas sikapnya terhadap Islam.

Erdogan juga menyerukan agar warga Turki dan pemimpin negara Islam melakukan boikot terhadap Prancis. Pernyataan Erdogan langsung direspons oleh pemimpin Arab Saudi dan Iran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis islam Charlie Hebdo Recep Tayyip Erdogan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top