Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lingkungan Pondok Pesantren Lebih Aman dari Covid-19, Asal..

Sarana pendidikan berbasis pesantren atau boarding school dinilai lebih aman sehingga tak perlu terus melakukan pemeriksaan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  17:59 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA – Sarana pendidikan berbasis pondok pesantren atau boarding school dinilai lebih aman sehingga tak perlu terus melakukan pemeriksaan. Syaratnya adalah penegakan protokol kesehatan yang ketat.

“Model pendidikan boarding school lebih aman karena bisa dilokalisir, kalau semua sudah dites dan negatif maka bisa berinteraksi dan beraktivitas seperti biasa,” kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny B. Harmadi pada konferensi pers, Jumat (16/10/2020).

Sonny menambahkan bahwa dalam lingkungan pondok pesantren yang penting adalah untuk memastikan pengendalian keluar masuknya santri.

“Karena ternyata yang tertular adalah yang memang kontak dengan orang yang ada di luar,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan, jelas Sonny, pengelola pondok pesantren harus memastikan pengendalian keluar masuknya orang. Pengelola ponpes pun diminta memastikan para santri sehat melalui tes dan isolasi mandiri.

Adapun, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa apabila di dalam pesantren bisa dipastikan semua melakukan protokol kesehatan dengan ketat, maka testingnya pun tidak perlu dilakukan terus menerus.

Wiku menambahkan bahwa pengetesan bisa dibiayai oleh pemerintah apabila tingkat penularannya sudah terlampau tinggi. Apabila ingin melakukan pengetesan tersebut, maka disarankan untuk menggunakan tes yang direkomendasikan WHO.

Rapid test kan biasanya antibodi, sekarang ada antigen yang masuk daklam rekomendasi WHO. Pastikan rapid test adalah yang berkualitas dan direkomendasikan. Swab rapid test antigen ini lebih cepat mendeteksi virusnya, akurasinya juga relatif baik, dan harganya juga lebih terjangkau,” jelasnya.

Menurut Wiku, rapid test tak perlu dilakukan bila sudah dilakukan pengecekan awal, kecuali sering ada interaksi dengan orang dari luar ponpes.

“Dalam kondisi pandemi dan terkendali bisa dibiayai mandiri. Kalau kasusnya naik, nanti akan jadi tanggung jawab pemerintah untuk mengendalikan kasusnya melalui rapid test,” imbuhnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top