Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jumhur Hidayat Cs Ditangkap dan Diborgol, Para Tokoh Kritik Polri

Akademisi Indonesia, Jimly Asshiddiqie turut angkat bicara terkait proses penangkapan dan perlakuan terhadap para aktivis tersebut.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  09:28 WIB
Jimly Asshiddiqie, ketika menjabat Ketua Pansel Calon Anggota Komnas HAM Periode 2017-2022, bersiap memberikan keterangan pers di Gedung Komnas HAM di Jakarta, Selasa (4/7). - ANTARA/Widodo S Jusuf
Jimly Asshiddiqie, ketika menjabat Ketua Pansel Calon Anggota Komnas HAM Periode 2017-2022, bersiap memberikan keterangan pers di Gedung Komnas HAM di Jakarta, Selasa (4/7). - ANTARA/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Perlakuan pihak kepolisian terhadap sejumlah aktivis yang ditangkap terkait dengan penolakan Undang-Undang Cipta Kerja terus menuai kritik dari tokoh publik.

Teranyar, akademisi Indonesia, Jimly Asshiddiqie turut angkat bicara terkait proses penangkapan dan perlakuan terhadap para aktivis tersebut.

Melalui akun Twitternya, @JimlyAs, Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) itu berharap aparat keamanan untuk lebih bijaksana dalam menegakkan kebenaran.

"Ditahan saja tdk pantas apalagi diborgol utk kepentingan disiarluaskan. Sbg pengayom warga, polisi hrsnya lebih bijaksana dlm menegakkan keadilan & kebenaran. Carilah orang jahat, bukan orang salah atau yg sekedar "salah"," tulisnya dalam unggahannya, Jumat (16/10/2020).

Sebelumnya, Anggota DPR RI Fadli Zon juga angkat bicara soal penangkapan para aktivis yang menentang UU Cipta Kerja. Politisi Gerindra itu mengkritik perlakukan terhadap para aktivis tersebut tidak manusiawi.

"Dulu kolonialis Belanda jauh lebih sopan dan manusiawi memperlakukan tahanan politik," ujar Fadli Zon dalam cuitan Twitter @fadlizon yang dikutip Bisnis, Jumat (16/10/2020).

Fadli Zon memberikan contoh perlakuan penjajah Belanda kepada Bung Karno ketika diasingkan di Ende, Bengkulu, dan Bangka. Begitu juga dengan pengasingan Bung Hatta dan Syahrir yang lebih berat di Boven Digoel.

"Di Banda Naira lebih longgar. Mereka masih diperlakukan manusiawi, bahkan diberi gaji bulanan," terang Fadly.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri jimly asshiddiqie Omnibus Law cipta kerja
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top