Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ternyata Omnibus Law Belum Bisa Geser Isu Utama Ini di Publik

Hal itu disampaikan Founder Drone Emprit Ismail Fahmi saat Webinar Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Pusat.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  17:59 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Founder Drone Emprit Ismail Fahmi memastikan bahwa hingga kini belum ada isu yang mengalihkan percakapan masyarakat dengan Covid-19.

Saat Webinar Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Pusat, Ismail menyebutkan bahwa masyarakat masih terpaku dengan penanganan pandemi di dalam negeri. Isu ini masih jadi paling hangat sejak virus menyebar pada awal tahun.

“So far belum ada isu yang sangat besar yang bisa mengalihkan [isu Covid-19]. Even yang kemarin paling besar kan omnibus law. Itu nggak [bisa mengalihkan[. Nggak ada lagi kayak merekayasa sebuah isu,” katanya, Rabu (14/10/2020).

Kendati begitu, isu Omnibus Law sempat membuat pembahasan Covid-19 di Twitter menurun selama beberapa hari. Namun, isu pandemi tetap saja dibahas masyarakat dalam menanggapi maraknya aksi massa.

“Saat Omnibus Law sendiri, isu yang menghabiskan energi besar di situ juga ada kekhawatiran bahwa ada penularan, ada virus Covid-19 dan sebagainya,” terangnya.

Kondisi ini menurutnya lantaran masih masifnya informasi terkait pandemi. Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana saban hari melaporkan kasus harian termasuk statistik terkait penyebaran maupun penularan virus.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said mengatakan bahwa pemerintah perlu mewanti-wakti masyarakat agar tidak jenuh pada penanganan Covid-19.

Untuk itu, jelas eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini, diperlukan kerja sama dengan komunitas paling bawah di lingkungan masyarakat.

“Yang harus didorong adalah komunitas paling bawah, karena itu PMI dengan segala keterbatasannya mulai masuk ke komunity base, menyemprot tidak hanya menyemprotkan desinfektan tapi bekerja sama dengan RT, RW, pengurus masjid,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Omnibus Law Covid-19 cipta kerja
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top