Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belajar dari Kabupaten Malaka untuk Disiplin Protokol Kesehatan

Kabupaten Malaka di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menerapkan disiplin tinggi sehingga sejak awal pandemi Covid-19 hingga saat ini relatif aman.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  18:44 WIB
Warga melintas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motamasin di Malaka, NTT, Jumat (5/5). - Antara/Hafidz Mubarak A
Warga melintas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motamasin di Malaka, NTT, Jumat (5/5). - Antara/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Kabupaten Malaka di Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut-sebut sebagai wilayah yang masyarakatnya disiplin dan patuh menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Saat ini wilayah tersebut masuk dalam zona kuning sejak September lalu lantaran ada 1 orang yang terinfeksi virus covid-19. Namun sejak awal pagabeluk covid-19 hingga September, Malaka selalu masuk zona hijau dan dikenal disiplin menjalankan protokol kesehatan. kedisiplinan itu disebut-sebut bertahan hingga saat ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka Gabriel Seran mengatakan bahwa kedisiplinan ini tidak lepas dari gencarnya sosialisasi pemangku kepentingan di Malaka terhadap masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan pentingnya protokol kesehatan.

Dia mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, pemangku kepentingan di sana langsung membentuk tim gugus tugas penanganan Covid-19. Dalam pembentukannya Pemerintah Kabupaten dan BPBD melibatkan perangkat TNI, Polri, hingga pemuka Agama.

"Sesuai arahan kami bentuk gugus tugas melibatkan seluruh pihak. Kami libatkan seluruh tokoh agama umat Katolik, umat Islam, dan dari Kristen," katanya dalam diskusi daring bertajuk 'Belajar Disiplin Protokol Kesehatan dari Malaka, Nusa Tenggara Timur' yang diselenggaran BNPB, Senin (12/10/2020).

Dia mengatakan pihaknya selalu gencar melakukan sosialisasi. Salah satunya lewat pemuka agama lewat pengumuman-pengumuman di mimbar-mimbar gereja dan masjid.

"Kita lakukan edukasi lewat berbagai tingkatan baik di kabupaten, kecamatan, dan desa. Kedua, lewat forum gereja Katolik, umat Islam, dan gereja Protestan dan kami minta umumkan di mimbar gereja, umat dengan sendirinya mereka akan bertanggung jawab," katanya.

Hal ini diamini oleh Romo Deken Malaka keuskupan Atambua Edmundus Sako. Dia mengatakan bahwa  pihaknya bekerjasama dengan pemangku kepentingan di Kabupaten Malak untuk terus menggaungkan kedisiplinan protokol kesehatan di Kabupaten Malaka.

Dia mengatakan pihaknya tidak hanya menghimpun umat katolik untuk disiplin protokol kesehatan, tetapi juga umat agama lainnya lewat forum kerukuna umat beragama.

"Saya selalu himbau masyarakat tidak saja yang Katolik tapi juga untuk semua aliran agama yang ada di daerah Malaka," katanya. 

Seperti diketahui, Pada Senin (12/10/2020) provinsi NTT nihil kasus baru Covid-19. Secara kumulatif kasus positif Covid-19 di NTT mencapai 565 orang. Pasien sembuh mencapai 353 orang dan pasien meninggal 7 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top