Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gencatan Senjata Azerbaijan-Armenia Dilanggar, Korban Sipil Berjatuhan

Azerbaijan melaporkan tujuh warga sipil tewas dan 33 orang terluka di Ganca, kota terbesar kedua. Dua orang sipil juga terbunuh. Armenia menolak tuduhan melakukan penyerangan tersebut.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 11 Oktober 2020  |  17:17 WIB
Suasana pertempuan Armenia-Azerbaijan - twitter/bloomberg quicktake
Suasana pertempuan Armenia-Azerbaijan - twitter/bloomberg quicktake

Bisnis.com, JAKARTA - Azerbaijan dan Armenia melaporkan adanya sejumlah pelanggaran dalam gencatan senjata. Korban dari warga sipil terus berjatuhan.

Dikutip dari Bloomberg, Minggu (11/10/2020), Azerbaijan melaporkan tujuh warga sipil tewas dan 33 orang terluka di Ganca, kota terbesar kedua. Dua orang sipil juga terbunuh.

Armenia yang mengklaim Nagarno-Karabakh mengelak dari tuduhan melakukan penyerangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memediasi dua pihak yang merupakan bekas republik Soviet di Moskow dalam negosiasi yang berlangsung selama lebih dari 10 jam pada Jumat hingga Sabtu.

"Gencatan senjata akan dimulai pada pukul 12 malam waktu setempat Sabtu sehingga pertukaran tahanan dapat dilakukan dan mengevakuasi jenazah korban pertempuran yang berkobar sejak 2 pekan lalu," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Arayik Harutyunyan, Presiden Nagorno-Karabakh, mengatakan saat ini situasi cenderung aman terkendali. Namun, Menteri Pertahanan Azerbaijan melaporkan penyerangan terus terjadi di selatan negara sengketa tersebut.

Lavrov berbicara dengan rekan-rekannya lagi pada Sabtu, dan mereka menegaskan kembali komitmen untuk gencatan senjata, kata kementerian di Moskow.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dalam wawancara dengan saluran TV ZDF Jerman mengatakan solusi akan bergantung pada kompromi nantinya. "[Tetapi] Azerbaijan belum siap," katanya.

Armenia mengatakan pihaknya membela hak Nagorno-Karabakh untuk menentukan nasib sendiri setelah Armenia mendeklarasikan kemerdekaan di tengah runtuhnya Uni Soviet pada 1991.

"Azerbaijan tidak akan menerima pembicaraan palsu seperti yang diadakan dalam tiga dekade terakhir," kata Hikmet Hajiyev, ajudan kebijakan luar negeri presiden Azerbaijan pada konferensi pers di Baku pada Sabtu.

Dia menyebut gencatan senjata hanya sebagai tindakan sementara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

azerbaijan armenia
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top