Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kritik UU Cipta Kerja, Rizal Ramli Bandingkan Era Jokowi dan Gus Dur

Menurut Rizal Ramli beleid tersebut akan membuat kapitalis semakin ‘rakus’ dan bertentangan dengan semangat para pendiri bangsa.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 11 Oktober 2020  |  13:08 WIB
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (kanan) - Antara/Aprillio Akbar
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (kanan) - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom senior Rizal Ramli menilai UUD 1945 telah dikhianati dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja atau UU Ciptaker.

Menurut Rizal Ramli beleid tersebut akan membuat kapitalis semakin ‘rakus’ dan bertentangan dengan semangat para pendiri bangsa.

“Oligarki super kaya dikasih wagyu super 50 tahun, harta mereka bisa naik 20-100X. Tidak perlu memeras lagi buruh yg sudah miskin. Tapi kerakusan (‘greed’) tidak ada habis2nya. Itulah mengapa pendiri2 Republik tidakmau model kapitalisme ugal2an. UUD’45 ditengah, ini yg dihianati !” cuitnya melalui akun Twitter @ramlirizal, Minggu (11/10/2020).

Rizal Ramli juga membandingkan capaian pemerintah Jokowi dibandingkan dengan era pemerintahan Gus Dur.

Disebutkan Rizal Ramli era Joko Widodo (Jokowi) menciptakan 1 juta lapangan kerja per tahun, jauh lebih kecil jika dibandingkan era Presiden ke-3 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang mencapai 5 juta/tahun.

Dia juga menambahkan, tindakan tegas diperlukan bagi birokrat yang korup, termasuk terkait penyediaan lapangan pekerjaan.

“Bagaimana dengan birokrat korup & lapangan kerja ? Tidak ada jalan lain tindak tegas. Pemerintah Gus Dur, ciptakan lapangan kerja 5 juta/ tahun, JKw kurang 1 juta/tahun. Kami ndak pakai2 Omni2-Cilaka, pakai kebijakan makro & korporate yg pro petani, UKM dan pengusaha nasional,”cuitnya kemudian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi rizal ramli gus dur cipta kerja
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top