Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Sudah Keluar dari RS, Dokter di AS Ragukan Kondisinya

National Institutes of Health mengatakan penggunaan dexamethasone hanya untuk pasien serius yang menggunakan ventilator atau oksigen tambahan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  12:44 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berjalan menuju helikopter Marine One untuk bertolak ke Walter Reed National Military Medical Center di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (2/10/2020).  - Antara/Reuters
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berjalan menuju helikopter Marine One untuk bertolak ke Walter Reed National Military Medical Center di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (2/10/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinyatakan positif Covid-19 sudah keluar dari rumah sakit.

Ahli epidemiologi menilai keluarnya Trump dari rumah sakit pada Senin terlalu dini seiring dengan penggunaan obat dexamethasone yang diberikan kepada pasien kritis.

Dilansir dari Aljazeera, Minggu (4/10/2020), sejumlah ahli medis mempertanyakan kondisi Trump.

Eric Feigl Ding, epidemiologis dan anggota senior Federasi Ilmuwan Amerika kepada Al Jazeera mengatakan pemberian dexamethasone menandakan kondisi Trump mengkhawatirkan.

“WHO mengatakan [dexamethasone] hanya digunakan untuk pasien kritis dan parah. Ini tidak dianjurkan digunakan pada orang dengan kondisi tidak serius," ujarnya.

National Institutes of Health, lanjutnya, juga mengatakan penggunaan dexamethasone hanya untuk pasien serius yang menggunakan ventilator atau oksigen tambahan.

"Senin sedikit terlalu dini untuk keluar [dari rumah sakit]," katanya.

Sementara itu, New York Times melaporkan adanya keraguan dari ahli medis tentang kondisi Trump setelah tim dokter di Walter Reed National Military Medical Center mengatakan kadar oksigen darah turun dua kali dalam dua hari setelah Trump didiagnosis positif virus Corona.

Trump juga dilaporkan mengkonsumsi steroid yang menunjukkan bahwa kondisinya lebih serius dari yang dilaporkan tim dokter.

Hal senada dikatakan Rochelle Walensky, kepala divisi penyakit menular Massachusetts General Hospital dan seorang profesor Harvard Medical School.

“Ketika seseorang membutuhkan dexamethasone, saya berpikir bahwa kondisi si pasien sedang dalam eskalasi, yang lebih dekat menuju ICU ketimbang ke rumah," katanya.

Thomas McGinn, kepala dokter Northwell Health mengatakan penggunaan beberapa obat secara sekaligus dapat berdampak pada efektivitas obat dan meningkatkan risiko interaksi obat yang berbahaya.

“Anda memberikan remdesivir, memberikan dexamethasone, dan memberikan antibodi monoklonal. Tidak ada yang melakukan itu sebelumnya. Belum lagi famotidine dan sedikit seng dan campuran koktail, atau apa pun yang dia konsumsi," katanya mengacu pada obat milik perusahaan bioteknologi Regeneron.

Regeneron menawarkan antibody cocktail eksperimental yang tengah diuji kepada pasien Covid-19. Trump juga menerima pengobatan remdesivir selama lima hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump covid-19 Dexamethasone
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top