Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO: 120 Juta Tes Cepat Covid-19 Tersedia untuk Negara Miskin

Abbott dan SD Biosensor telah setuju bersama dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk membuat 120 juta tes diagnostik Covid-19.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 September 2020  |  07:22 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020).  - Antara/Reuters
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sekitar 120 juta tes diagnostik cepat untuk Virus Corona akan tersedia untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah masing-masing dengan harga maksimum US$5, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ketersediaan yang lebih luas atas pengujian cepat, andal dan murah itu akan membantu 133 negara dalam melacak infeksi dan menahan penyebaran wabah pandemi Covid-9.

Dengan cara itu kesenjangan antara negara miskin dengan negara kaya bisa ditupi, menurut organisasi itu seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (29/9/2020).

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa pabrikan Abbott dan SD Biosensor telah setuju bersama dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk membuat 120 juta tes diagnostik Covid-19.

Pengujian itu sangat portabel, mudah digunakan dan tersedia selama periode enam bulan.

Dia mengatakan pada konferensi pers di Jenewa bahwa paket tes tersebut saat ini seharga maksimal US$5 masing-masing, bisa lebih murah.

"Ini akan memungkinkan perluasan pengujian, terutama di daerah yang sulit dijangkau yang tidak memiliki fasilitas laboratorium atau petugas kesehatan yang cukup terlatih untuk melakukan pengujian," kata Tedros.

Selain itu, hal itu akan menjadi tambahan penting untuk kapasitas pengujian, terutama di area transmisi tinggi.

Catharina Boehme, Kepala Eksekutif dari Foundation for Innovative New Diagnostics (FIND), sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Jenewa dalam proyek tersebut, mengatakan kesepakatan itu merupakan "tonggak sejarang penting" karena pentingnya untuk meningkatkan pengujian di negara-negara miskin.

"Kami sekarang memiliki dua tes berkualitas tinggi yang pertama dalam rangkaian yang sedang dikembangkan dan dinilai oleh WHO untuk penggunaan darurat," katanya.

Tes yang tidak memerlukan laboratorium itu memberikan hasil yang dapat diandalkan hanya dalam 15 menit, bukan berjam-jam atau berhari-hari dan akan membantu memperluas pengujian, kata Boehme, menambahkan.

"Tes ini mudah digunakan seperti tes kehamilan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top