Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Panic Buying, Tesco dan Morrisons Batasi Pembelian Konsumen

Pembatasan ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kembali aksi panic buying yang memicu pengurangan stok pada Maret lalu.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 26 September 2020  |  16:00 WIB
Beberapa produk Tesco - tesco.com
Beberapa produk Tesco - tesco.com

Bisnis.com, JAKARTA – Tesco menjadi supermarket terbaru yang membatasi jumlah pembelian yang bisa dibeli oleh konsumen. Sebelumnya, Morrisons juga sudah melakukannya.

Dilansir BBC.com, Sabtu (26/9/2020), konsumen hanya bisa membeli maksimal 3 buah produk yang sama tiap konsumen pada produk tepung, pasta kering, tisu bayi, dan tisu basah.

Pembatasan ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kembali aksi panic buying yang memicu pengurangan stok pada Maret lalu.

Direktur Manajer Tesco Iceland Richard Walker mengharapkan konsumen untuk lebih bijaksana dalam berbelanja.

Dia menyatakan jaringan supermarket Tesco tidak membatasi pembelian di semua produk. Sejauh ini, dia hanya melihat ada kenaikan tipis pembelian produk-produk di atas misalnya tisu toilet.

Namun, Walker mengemukakan keadaan kali ini sangat jauh berbeda dengan kondisi yang terjadi pada Maret lalu dimana masyarakat berbondong-bondong memborong barang-barang kebutuhan sehari di era Covid-19.

Panic buying pada Maret dan April lalu, menurutnya, telah mengakibatkan kalangan lansia dan petugas kesehatan tidak bisa membeli kebutuhan sehari-hari. Dia menggambarkan panic buying sebagai tindakan pemecah belah social, sebuah opsi yang bisa dilakukan bagi yang mampu melakukannya.

“Kami punya stok yang mencukup dan kami menghimbau konsumen untuk berbelanja seperti biasanya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Morrisons juga memberlakukan pembatasan pembelian maksimal 3 buah produk tiap konsumen, termasuk tisu toilet dan produk disinfektan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tesco

Sumber : BBC.com

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top