Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Hentikan Impor Makanan Laut dari Rusia dan Brasil

Administrasi Umum Kepabeanan China mulai Sabtu akan menangguhkan impor dari dua kapal Rusia selama empat pekan setelah kemasan luar dan sampel produk dari kapal dinyatakan positif Covid-19.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 September 2020  |  12:54 WIB
Ilustrasi - Foto udara kbongkar muat kontainer di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen
Ilustrasi - Foto udara kbongkar muat kontainer di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas China mengatakan mereka telah menangguhkan beberapa impor makanan laut dari dua kapal Rusia dan sebuah perusahaan Brasil setelah Covid-19 ditemukan dalam sampel.

Dilansir melalui Bloomberg, Sabtu (26/9), Administrasi Umum Kepabeanan China mulai Sabtu akan menangguhkan impor dari dua kapal Rusia selama empat pekan setelah kemasan luar dan sampel produk dari kapal dinyatakan positif Covid-19.

Monteiro Industrial de Pescados Ltda dari Brasil akan dikenakan larangan serupa selama sepekan mulai Sabtu, setelah sampel kemasan bagian dalam dari produk ikan laut beku perusahaan tersebut dinyatakan positif terkena virus.

Ini menambah daftar panjang pembatasan impor oleh China, yang telah menyelidiki daging impor, makanan laut, pengemasan, dan wadah sebagai sumber virus potensial. 

Beberapa hari lalu, China juga menangguhkan impor makanan laut beku dari sebuah perusahaan Norwegia selama sepekan setelah tes Covid-19 kembali positif pada kemasan makanan lautnya, dikutip melalui Global Times.

Administrasi Umum Kepabeanan China pada Rabu (23/9), mengumumkan bahwa otoritas bea nasional telah menangguhkan penerimaan impor produk akuatik dari perusahaan Norwegia bernama Gadus Njord selama satu pekan. Penerimaan impor akan dilanjutkan secara otomatis setelah kebijakan berakhir.

Kekhawatiran atas infeksi impor melalui makanan laut beku atau kemasannya kembali meningkat setelah pengumuman resmi. Warga di Beijing sangat waspada setelah angka kasus Covid-19 terkonfirmasi meningkat sekitar dua bulan ketika virus corona ditemukan di papan yang digunakan untuk memotong salmon impor di pasar makanan Xinfadi.

Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC China) mengatakan pada akhir Agustus bahwa wabah terbaru di pasar makanan Xinfadi kemungkinan besar berasal dari produk akuatik impor, yang menurut para ahli terkontaminasi oleh virus dari sampel dikumpulkan.

Dari Juli hingga pertengahan Agustus, 10 kasus di sembilan tempat melaporkan tes positif Covid-19 pada makanan laut beku impor atau kemasannya, 70% di antaranya terkait dengan udang putih beku dari Amerika Selatan, Kantor Berita Xinhua melaporkan.

Yang Zhanqiu, seorang ahli virus yang berbasis di Wuhan, mengatakan kepada Global Times bahwa Covid-19 dapat tetap aktif lebih lama dalam transportasi rantai dingin dan bahkan dapat bertahan selama bertahun-tahun dalam suhu minus 10 hingga 30 derajat Celcius. Karena pandemi sulit dikendalikan, yang menekankan perlunya terus memperkuat pengujian produk impor. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor china rusia Virus Corona covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top