Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Filipina Prioritaskan Beli Vaksin Covid-19 dari Rusia atau China

Alasannya, karena terjadi pergesekan dengan firma farmasi dari negara-negara barat yang meminta pembayaran di muka mengenai penawaran mereka.
Fransiscus Primus Hernata
Fransiscus Primus Hernata - Bisnis.com 16 September 2020  |  19:17 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte - Reuters
Presiden Filipina Rodrigo Duterte - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte berjanji untuk memprioritaskan pembelian vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pemerintah Rusia maupun Pemerintah China.

Alasannya, karena terjadi pergesekan dengan firma farmasi dari negara-negara barat yang meminta pembayaran di muka mengenai penawaran mereka.

Duterte telah mengekspresikan sikap optimisme bahwa negara Filipina, yang memiliki rekam kasus tertinggi di angka sekitar 266.000 pada kasus infeksi Corona, akan “kembali normal” pada bulan Desember, dengan menggantungkan harapannya pada ketersediaan vaksin di bulan tersebut.

“Kita akan memberikan preferensi bagi Negara Rusia dan Negara China asalkan vaksin yang mereka dapat berikan sebaik dengan lainnya yang berada di pasaran” ujar Duterte dalam pidato larut malam yang disiarkan melalu televisi seperti yang dikutip dari asiaone.com

Vaksin apapun yang akan dibeli oleh Negara Filipina, akan tetapi, harus melalui tahap lelang, tambah Duterte

Pemerintah Filipina telah berbicara dengan beberapa supplier vaksin yang berpotensial, termasuk Rusia, China, Pfizer Inc dan Moderna Inc, serta berencana untuk berbicara dengan perusahaan swasta Australia di bidang farmasi yaitu CSL Ltd.

Duterte berbicara khusus mengenai China, yang menurut Duterte berbeda dengan negara lainnya yang meminta “Pembayaran Reservasi” atau pembayaran di muka

“Salah satu nilai yang baik dari Pemerintah China adalah kita tidak harus meminta, dan kita tidak harus memohon” Ujar Duterte

“Berbeda dengan negara barat yang hanya berbicara soal profit, profit, profit” tegasnya.

Moskow dan Manila telah menyetujui untuk bekerja sama dalam uji coba tahap klinis untuk vaksin dari Negara Rusia.

Duterte tidak menjelaskan mengenai siapa perusahaan farmasi yang meminta pembayaran di muka, tetapi dia memperingatkan para perwakilan perusahaan tersebut untuk "pulang"

Dia berkata bahwa hukum pembelian Negara Filipina melarang pemerintah untuk membeli apapun yang belum ada maupun belum diproduksi

“Mereka meminta kalian untuk membayar penelitian mereka dan penyempurnaan vaksin mereka. Mereka menginginkan pembayaran di muka sebelum mereka mengirimkan vaksin, apabila begitu caranya, maka kita semua akan mati.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top