Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PM Muhyiddin: Malaysia Tak Akan Terburu-buru Buka Perbatasan

Perbatasan Malaysia ditutup untuk warga negara asing, kecuali yang memiliki keperluan bisnis.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 September 2020  |  11:10 WIB
Sejumlah warga berolah raga di taman kawasan Menara Berkembar Petronas (KLCC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/9/2020). Pemerintah Malaysia menutup pintu masuk warga pemegang visa jangka panjang dari 23 negara yang beresiko tinggi terhadap Covid-19 antara lain Indonesia, Amerika Serikat, India, Spanyol, Inggris, Arab Saudi, Perancis, Turki, Italia, Jerman. - Antara
Sejumlah warga berolah raga di taman kawasan Menara Berkembar Petronas (KLCC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/9/2020). Pemerintah Malaysia menutup pintu masuk warga pemegang visa jangka panjang dari 23 negara yang beresiko tinggi terhadap Covid-19 antara lain Indonesia, Amerika Serikat, India, Spanyol, Inggris, Arab Saudi, Perancis, Turki, Italia, Jerman. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menekankan bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru membuka kembali perbatasan negara yang ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebaliknya, ia mengatakan pengawasan perbatasan akan diperketat, termasuk meningkatkan upaya pemeriksaan masuknya imigran ilegal untuk mengekang penyebaran pandemi.

Muhyiddin mengatakan bahwa meskipun pengetatan kontrol perbatasan akan menimbulkan sedikit kesulitan, terutama bagi warga Malaysia yang berada di luar negeri, tindakan ketat diperlukan untuk melindungi negara dan rakyatnya dari pandemi.

"Kita harus mencapai keseimbangan yang baik antara melindungi kehidupan dan mata pencaharian semua orang Malaysia," katanya dalam pidato yang mengenai situasi Covid-19 di Malaysia, Selasa (15/9), seperti dikutip Channel News Asia.

Perbatasan Malaysia ditutup kecuali untuk pendatang dengan tujuan bisnis, termasuk untuk investasi dan pendidikan, dengan kontrol ketat terhadap kepatuhan atas prosedur operasi standar yang ditetapkan.

PM Muhyiddin mengumumkan bahwa total 1.017 warga negara asing yang datang ke Malaysia dinyatakan positif Covid-19 dari 3 April hingga 15 September.

Dia mengatakan situasi Covid-19 di negara lain menunjukkan bahwa beberapa negara sekarang menghadapi gelombang baru infeksi. Ia menekankan bahwa hal yang sama dapat terjadi di Malaysia jika orang-orang lengah.

Selain tindakan yang diambil oleh pemerintah, praktik norma baru di masyarakat merupakan faktor terpenting dalam upaya memutus rantai penularan.

“Saya berharap kita semua tetap kuat, ulet, dan disiplin dalam menghadapi pandemi. Ingatkan diri kita sendiri untuk terus menumbuhkan norma baru tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top