Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Sebut Penjualan TikTok ke AS Sebagai ‘Economic Bullying’

Tak hanya itu pemerintah AS juga mencela pembatasan Uni Eropa pada Huawei Technologies Co., Ltd. Dia menyoroti meningkatnya ketegasan Beijing terhadap apa yang dilihat sebagai perlakuan tidak adil.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 15 September 2020  |  21:33 WIB
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada

Bisnis.com, JAKARTA-- Seorang pejabat senior China menuduh Amerika Serikat memaksa penjualan TikTok atas dasar keamanan nasional dan melakukan "intimidasi ekonomi".

Tak hanya itu pemerintah AS juga mencela pembatasan Uni Eropa pada Huawei Technologies Co., Ltd. Dia menyoroti meningkatnya ketegasan Beijing terhadap apa yang dilihat sebagai perlakuan tidak adil.

"Apa yang terjadi dengan TikTok di Amerika Serikat adalah tipikal tindakan kepemilikan paksa.Beberapa politisi Amerika mencoba membangun apa yang disebut jaringan bersih di bawah kedok keadilan dan timbal balik.Ini tidak lain adalah intimidasi ekonomi," kata Duta Besar China untuk Uni Eropa, Zhang Ming dalam wawancara dengan Bloomberg TV Selasa (15/9/2020).

Perusahaan milik Bytedance Ltd. mendapat tekanan di AS, di mana larangan Presiden Donald Trump telah memaksa penjualan TikTok di Amerika. TikTok mengajukan proposal ke Departemen Keuangan selama akhir pekan di mana Oracle Corp. akan berfungsi sebagai "penyedia teknologi terpercaya.

Komentar Zhang mewakili penolakan yang sering diulang dari Beijing, yang menuduh Washington menargetkan Huawei tanpa bukti dan menyebut penjualan paksa TikTok AS sebagai "pencurian yang disetujui negara."

Tawaran Oracle yang diawasi ketat harus lulus tinjauan keamanan nasional AS serta memenangkan restu dari Presiden Trump. Alih-alih membeli bisnis secara langsung, Oracle akan melakukan investasi di TikTok yang baru direstrukturisasi, dan setidaknya dua pemegang saham di perusahaan induk TikTok di China, General Atlantic dan Sequoia Capital akan mengambil bagian dalam bisnis baru tersebut.

Sumber Bloomberg mengatakan ketentuan kesepakatan juga membutuhkan persetujuan dari China. Hal tersebut masih terus berkembang.

Zhang mengatakan bahwa pengecualian perusahaan China dari pasar Eropa dan Amerika dengan alasan keamanan nasional tidak didasarkan pada bukti konkret. Utusan itu mengatakan "kotak alat" UE yang memungkinkan pemerintah blok tersebut mengecualikan perusahaan China, seperti Huawei, dari komponen penting jaringan telekomunikasi generasi ke-5 tidak dapat dibenarkan.

"Tidak ada yang tahu kriteria pemasok berisiko tinggi,"katanya.

Dia menambahkan bahwa aturan UE bertentangan dengan prinsip perdagangan bebas, multilateralisme, dan non-diskriminasi.

Dalam serangkaian pedoman yang disepakati bersama tentang cara memitigasi risiko yang berasal dari peluncuran jaringan telekomunikasi generasi mendatang awal tahun ini, UE mengatakan perusahaan yang berbasis di negara-negara non-demokratis dapat dikecualikan, dari pengadaan komponen inti tertentu, mengikuti penilaian oleh badan keamanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat TikTok
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top