Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Yoshihide Suga Dipastikan Ganti Shinzo Abe Jadi PM Jepang

Suga memenangkan 377 dari 535 suara dalam voting yang digelar hari ini. Ia memenangkan suara atas dua saingannya, mantan Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba dan mantan Menteri Luar Negeri Fumio Kishida.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 September 2020  |  14:26 WIB
Yoshihide Suga (tengah) berforo bersama Shigeru Ishiba (kiri) dan Fumio Kishida (kanan). Suga memenangkan 377 dari 535 suara dalam pemilihan ketua Partai Demokratik Liberal, menggantikan Shinzo Abe. - Bloomberg
Yoshihide Suga (tengah) berforo bersama Shigeru Ishiba (kiri) dan Fumio Kishida (kanan). Suga memenangkan 377 dari 535 suara dalam pemilihan ketua Partai Demokratik Liberal, menggantikan Shinzo Abe. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga resmi terpilih sebagai pemimpin Partai Demokrat Liberal yang berkuasa dengan suara mayoritas.

Partai Demokrat Liberal (LDP) yang memiliki mayoritas suara di parlemen membuat Suga hampir pasti menggantikan Abe sebagai perdana menteri dalam pemungutan suara terpisah yang digelar Rabu (16/9/2020).

Penunjukan Suga akan mengakhiri rekor Shinzo Abe yang telah menjabat sejak 2012 dan menempa identitas Jepang di panggung global.

“Saya terlambat membuat keputusan untuk mencalonkan diri, tetapi sebelum saya menyadarinya, saya berada di depan,” kata Suga kepada para pendukungnya sebelum anggota parlemen LDP mulai memberikan suara.

“Saya ingin membuat pemerintahan yang dipercaya oleh rakyat,” lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Suga memenangkan 377 dari 535 suara dalam voting yang digelar hari ini. Ia memenangkan suara atas dua saingannya, mantan Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba dan mantan Menteri Luar Negeri Fumio Kishida.

Bahkan sebelum Suga mendeklarasikan pencalonannya pada 2 September, dia mendapat dukungan dari lima dari tujuh faksi partai dan mendapat cukup suara untuk menang. Dua faksi yang tidak mendukungnya adalah yang dipimpin oleh pesaing lainnya, Ishiba, yang memiliki 19 anggota, dan Kishida dengan 47 anggota.

Sebagai pengganti Abe, Suga menghadapi tantangan serius untuk memulihkan aktivitas ekonomi Jepang sekaligus menahan penyebaran virus Corona. Tantangan itu tampak semakin nyata setelah Jepang mengkonfirmasi skala rekor kontraksi ekonominya pada kuartal terakhir dengan angka yang sedikit lebih buruk dari perkiraan awal.

Menurut data yang direvisi dari Kantor Kabinet, produk domestik bruto turun 28,1 persen secara tahunan dari kuartal sebelumnya pada kuartal kedua 2020. Angka keseluruhan sebagian besar sejalan dengan perkiraan awal, sedangkan investasi bisnis lebih dari tiga kali lebih lemah.

Suga menegaskan akan melanjutkan kebijakan moneter Abenomics. Dia mengatakan bahwa lebih banyak yang harus dilakukan pada kebijakan moneter dan fiskal untuk melindungi pekerjaan dan perusahaan selama pandemi Covid-19.

Meskipun Suga memiliki sedikit pengalaman langsung dalam diplomasi, dia mengatakan bahwa aliansi Jepang dengan AS akan tetap menjadi landasan kebijakan luar negerinya. Ia juga berencana menjaga hubungan dengan negara tetangga, terutama mitra dagang terbesarnya, China.

“Bahkan jika pemimpin berubah, kami tidak dapat mengubah sikap kami dengan Amerika Serikat,” kata mantan duta besar Jepang untuk AS, Ichiro Fujisaki, kepada Bloomberg TV.

"Dikelilingi oleh Korea Utara, China, dan Rusia, hubungan AS-Jepang harus menjadi landasan kebijakan luar negeri utama," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top