Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satgas Covid-19: PSBB Transisi DKI Picu Kenaikan Mobilitas di Jawa

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan mobilitas penduduk berkontribusi dalam peningkatan jumlah kasus Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 September 2020  |  14:58 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi yang dilakukan DKI Jakarta berdampak terhadap kenaikan mobilitas atau pergerakan orang di Pulau Jawa.

“Jadi rupanya efek dari mobilitas penduduk karena adanya PSBB Transisi di Jakarta ternyata memiliki efek ke berbagai wilayah di Pulau Jawa,” kata Wiku dalam diskusi Satgas Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Berdasarkan data yang bersumber dari Facebook Data For Good - Tim Sinergi Mahadata Universitas Indonesia, terjadi peningkatan mobilitas dalam masa PSBB Transisi 31 Agustus 2020 - 6 September 2020 dibandingkan masa PSBB 4 - 10 Mei 2020.

Hal itu juga berpengaruh terhadap penambahan kasus dengan penambahan kasus di Pulau Jawa dan Bali di mana per tanggal 10 September kedua wilayah itu berkontribusi terhadap 64,18 persen dari total kasus Covid-19 nasional.

Menurut Wiku, jika dilihat dari zonasi yang ada saat ini terjadi penambahan zona merah dari 65 kabupaten/kota menjadi 70 kabupaten/kota dan 230 kabupaten/kota di zona oranye naik menjadi 267 kabupaten/kota.

“Jadi terlihat bahwa aktivitas penduduk, mobilitas penduduk itu berkontribusi dalam peningkatan jumlah kasus,” kata Wiku.

Hal senada diungkapkan oleh ahli epidemiologi dan pakar kesehatan masyarakat Iwan Ariawan. Dia menegaskan bahwa analisis dari data menunjukkan ada korelasi antara pergerakan penduduk dengan penambahan jumlah kasus.

Akademisi Universitas Indonesia itu mengatakan semakin banyak penduduk yang bergerak maka semakin banyak penambahan jumlah kasus Covid-19 pada hari itu.

“Mengenai waktunya, kalau kita lihat per hari itu yang banyak terjadi pergerakan penduduk di pagi hari waktu orang pergi ke kantor dan di sore hari waktu orang pulang dari kantor. Pada tanggal-tanggal tertentu di mana ada libur panjang itu terjadi pergerakan penduduk dari kota besar ke luar kota,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top