Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gunung Gede Viral Karena Pendaki Membludak, Ini Kata Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia

Untuk pembukaan saat pandemi COVID-19 ini, TNGGP mengungkapkan jumlah kuota pendakian Gunung Gede dan Pangrango dalam satu hari sebanyak 600 orang untuk seluruh pintu pendakian, yakni Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 09 September 2020  |  14:54 WIB
Gunung Gede - wikipedia
Gunung Gede - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA--Gunung Gede viral lantaran pendaki yang memadati gunung yang berada di Jawa Barat tersebut.

Sebelumnya, beredar pernyatan dari pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang menyebutkan jumlah pendaki gunung tersebut mencapai ratusan, bukan ribuan.

Dalam siaran pers yang terdapat di laman Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), pendakian dibuka secara resmi sejak 25 Agustus 2020 berdasarkan Surat Edaran (SE) Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Nomor: SE.959/BBTNGGP/Tek.2/8/2020 tentang Pembukaan Kembali Pendakian Gunung Gede.

Untuk pembukaan saat pandemi COVID-19 ini, TNGGP mengungkapkan jumlah kuota pendakian Gunung Gede dan Pangrango dalam satu hari sebanyak 600 orang untuk seluruh pintu pendakian, yakni Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana.

Pendaki harus melakukan booking melalui daring, dan tidak bisa tatap muka atau on the spot untuk pendaftarannya.

Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Vita Cecilia mengungkapkan gunung gede yang dipadati oleh pendaki sebenarnya sudah diduga.

Mengenai jumlah pendaki yang berjumlah ribuan atau ratusan, dia menyebutkan tidak menutup kemungkinan data yang masuk ke pengelola hanya terdaftar ratusan.

"Akan tetapi jalur gunung gede kan ada beberapa, selama ini pun sebelum masa pandemi masih banyak yg bisa masuk bukan dengan jalur resmi," katanya kepada Bisnis, Rabu (9/9/2020).

Dia menilai sangat besar kemungkinan jumlah pendaki gunung gede mencapai ribuan jika melihat kemungkinan terdapat pendaki yang masuk melewati jalur tidak resmi.

Menurutnya, masih akan menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pengelola untuk menertibkan ijin masuk kawasan pada saat ini.

Dia menuturkan perlu ada perubahan sitem Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) yang sudah ada. Pendekatan cara milenial dengan jalur daring yang sudah dilakukan belum maksimal karena tidak ada fungsi kontrol yang dilakukan saat pendaki masuk kawasan.

Kondisi tersebut, lanjutnya dapat terjadi kemungkinan karena form yang dipakai belum seragam.

Untuk diketahui, TNGGP - dalam lamannya - mengungkapkan pembukaan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dilakukan dalam rangka menggerakan kembali perekonomian dari sektor wisata alam dan juga turut memulihkan kondisi psikologis masyarakat khususnya untuk para pendaki pasca isolasi dan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Selain itu, pembukaan pendakian Gunung Gede Pangrango merupakan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui multiplier effect yang ditimbulkan serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari jasa lingkungan.

Dalam pembukaan pendakian Gunung Gede Pangrango ada tiga jalur pendakian yang dibuka, yaitu jalur Gunung Putri, Cibodas, dan Selabintana

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung pendaki gunung
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top