Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurangi Penggunaan Bahan Bakar Fosil, Unilever NV Alokasikan US$1,2 Miliar

Unilever saat ini berada dalam tahap awal investasi ke sektor yang memulai mencari pengganti minyak mentah dalam proses produksi.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 03 September 2020  |  02:46 WIB
Logo Unilever - Istimewa
Logo Unilever - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan global Unilever NV membelanjakan dana senilai US$1,2 miliar untuk menghapus penggunaan bahan bakar fossil dalam proses produksi produk kebersihan pada 2030.

Dana tersebut digunakan untuk membantu para pemasok mengadopsi teknologi ramah lingkungan.

Sebagai informasi, dengan bantuan proses kimia, minyak mentah yang berwarna hitam pekat bisa diubah menjadi sabun deterjen wangi untuk mencuci pakaian. Melalui serangkaian reaksi kimia, rantai panjang karbon dalam minyak bumi dapat diubah menjadi zat kimia yang bisa menghilangkan noda dari pakaian.

Adapun, proses penghilangan minyak mentah sebagai bahan deterjen secara teknis sebenarnya bisa dilakukan sejak bertahun-tahun lalu, tetapi biayanya masih tinggi.

Unilever saat ini berada dalam tahap awal investasi ke sektor yang memulai mencari pengganti minyak mentah dalam proses produksi, berupa bahan-bahan yang berasal dari kayu atau fermentasi mikroba, atau bahkan karbon yang didaur ulang dari industri lain.

"Apa yang Unilever coba lakukan saat ini merupakan langkah yang sangat komprehensif," ujar Katy Amstrong, seorang peneliti di Universitas Sheffield, yang fokus dalam penelitan penggunaan kembali karbon.

Pada Juni lalu, perusahaan consumer-goods besar dunia ini menargetkan akan memangkas semua emisi bahan bakar fosil dari kegiatan operasiobal dan para pemasok pada 2039.

Sebanyak 30 persen emisi tahunan Unilever berasal dari para pemasok. Oleh karena itu, target yang ditetapkan bisa diraih dengan meminta para pemasok memangkas penggunaan bahan bakar fosil.

Sementara itu, sekitar 65 persen emisi Unilever berasal dari para konsumen yang menggunakan produknya.

Salah satu ketua tim peneliti Unilever Ian Howell mengatakan program pengurangan penggunaan bahan bakar fosil untuk produk pembersih telah dimulai pada 2018.

Tim yang dipimpin Howell saat ini berupaya mengkonversi pabrik-pabrik Unilever untuk menggunakan sumber daya alternatif. Dana senilai US$1,2 miliar tersebut akan digunakan untuk penelitian, implementasi, dan membantu para pemasok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unilever minyak mentah bahan bakar fosil

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top